"Pesawat telah siap dan bergerak, tapi tiba-tiba terdengar suara keras, suara mesin tak terdengar dan pesawat bergerak mundur. Kami sangat terkejut dan panik," tutur Yusuf.
"Ini kehilangan yang sangat menyakitkan. Kami menerima takdir Tuhan. Dia milik Yang Maha Kuasa. Kami akan melihat dia lagi suatu saat nanti," tutur Haidar.
Putri pilot AirAsia QZ8501, Angela Anggi Ranastianis, terus berharap agar sang ayah pulang. Dia ingin Kapten Irianto segera pulang dan merayakan tahun baru bersama keluarga.
Doa bersama digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) di Victoria untuk Kevin Alexander Soetjipto.
"Setidaknya untuk sekarang saja dimanapun papa berada, papa pulang aja bentar buat ketmu kakak, ketemu mama, ketemu adik. Beri kesempatan kita buat nyium dan meluk papa,"
SAR Indonesia sebagai salah satu tim terbaik di Asia. Jika tak ada kendala cuaca, tim SAR mungkin bisa lebih cepat menemukan pesawat dan para korbannya.