Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan (CAA) menyatakan transkrip tersebut otentik, sebagaimana terekam sebelum pesawat tersebut jatuh ke Sungai Keelung.
Pilot pesawat TransAsia yang jatuh ke Sungai Keelung dinobatkan sebagai pahlawan. Dia dianggap telah berusaha keras untuk mengendalikan pesawat agar tidak jatuh di permukiman penduduk.
Keluarga Kopilot Remy Plesel menuding AirAsia Indonesia membahayakan jiwa orang lain karena terbang tanpa izin. Pengadilan Prancis segera menggelar investigasi kriminal.
Media Australia menulis, aksi ini telah membantu memicu kecelakaan, ketika pesawat Airbus A320 Airbus itu naik tiba-tiba sehingga stall dan mulai jatuh dengan bunyi alarm yang meraung-raung di kokpit.
"Second in command [kopilot] yang biasanya duduk di sebelah kanan kokpit, saat itu, dia menerbangkan pesawat," kata ketua penyelidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno.
Pesawat yang mengangkut 155 penumpang dan 7 kru itu naik ketinggian dengan cepat, mengalami stall atau kehilangan daya angkat, dan kemudian jatuh di laut.
"Alarm peringatan, kita dapat mengatakan, berteriak, sementara di latar belakang mereka (pilot dan kopilot) sibuk berusaha untuk mengendalikan," kata penyidik KNKT.
AirArabia memiliki ambisi besar, tak hanya menguasai langit Timur Tengah, maskapai murah ini juga ingin mengangkasa ke Eropa, Amerika Utara, hingga Afrika.