Penemuan kotak hotam AirAsia QZ8501 jadi kabar baik bagi maskapai penerbangan asal Malaysia ini. Namun Doa masih terus terpanjat dari mulut CEO AirAsia, Tony Fernandes.
Temuan itu diperoleh Tim Angkatan Laut Singapura yang berada di Kapal MV Swift Rescue. Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, juga telah mengonfirmasi temuan tersebut.
Nurcahyo Utomo mengaku telah mengenal Kapten Irianto. "Irianto merupakan senior dan dia merupakan orang yang mengajari saya bagaimana menerbangkan pesawat," kata dia.
Dugaan tersbut didasarkan pada analisa awal puing-puing pesawat yang mengangkut 162 orang tersebut. Diyakini, pesawat itu meledak saat menabrak air karena udara tekanan.
Mahmud turun, merambat tali dari ketinggian 25 meter. Sempat frsutasi karena tak bisa menggapai korban. Akhirnya dia nyemplung ke laut bergelombang 4 meter.
Sementara di bagian lainnya terdapat dua gambar wajah yang dihubungkan oleh gambar tetesan minyak. Satu wajah terlihat tersenyum, lainnya terlihat lebih menyeramkan.
"Hari ini kakak ulang tahun. Kakak ingin ada papa di sini. Pa, please pa kasih kado terindah buat kakak. Kakak pingin papa cepat pulang. Itu sudah lebih dari cukup," tulis Angela.
Saksi mata mengatakan pesawat kehilangan tenaga di tengah penerbangan, dan saat itu terlihat satu per satu orang di dalamnya mulai melompat dari pesawat.
Tim SAR memastikan telah menemukan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501. Informasi ini pun sampai ke telingan Tony Fernandes, CEO AirAsia. Apa doanya dengan temuan terbaru ini?
Multibeam Echosonder menjadi salah satu alat penting dalam menggambarkan keadaan di dasar laut. Alat ini juga sangat berguna untuk mencari benda yang jatuh ke laut, seperti pesawat yang jatuh.