Rencana Grab di Indonesia Setelah Jadi Startup Level Decacorn

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 15 Maret 2019 10:15
Rencana Grab di Indonesia Setelah Jadi Startup Level Decacorn
Grab turut dalam mengakselerasi startup di Indonesia lewat program Grab Ventures yang memberikan pelatihan dan mentoring.

Dream - Kabar Grab baik level ke decacorn atau sebutan startup yang memiliki valuasi lebih dari US$10 miliar resmi sudah. Tepat pada 6 Maret 2019, perusahaan yang ditintis oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan ini mengukuhkan statusnya sebagai decacorn pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.

Secara khusus, Grab memiliki rencana-rencana besar di Indonesia, yang jadi salah satu pasar terbesar bagi startup yang dirintis pada tahun 2012 ini.

Perjalanan Panjang Raih Level Decacorn

Butuh waktu yang tak sebentar untuk masuk ke level decacorn dengan valuasi 10 kali lipat lebih besar dibanding unicorn. Nilai startup pun dihitung lewat berbagai cara, mulai dari menunjukkan profit bisnis, jumlah fitur yang dibuat dan dikembangkan, respon masyarakat sebagai pengguna, hingga pertumbuhan user-nya.

Masuk dalam jajaran 20 startup yang menembus level decacorn, Grab membuktikan telah mengembangkan model bisnis yang menjanjikan, menghadirkan fitur-fitur baru, dan mendapatkan respon baik dari masyarakat.

Investor Penting Hantar Grab Raih Decacorn

Bersamaan dengan pengumuman peningkatan status menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara, Grab mengkonfirmasi perolehan pendanaan senilai US$1,46 miliar atau sekitar Rp20 triliun dari Softbank Vision Fund. Hasil putaran pendanaan seri H ini mencapai total fantastis, US$4,5 miliar dengan dana investasi terbesar berasal dari Softbank.

Selain itu, masih ada investasi yang berasal dari Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings (induk perusahaan Agoda), Microsoft, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

Hectocorn jadi Pencapaian Berikutnya?

Setelah decacorn, masih ada hectocorn atau startup dengan valuasi di atas US$100 miliar. Hingga kini baru segelintir perusahaan teknologi yang menembus level dengan valuasi tertinggi di dunia startup, seperti Google, Microsoft, Apple, dan Facebook.

Namun komitmen Grab untuk terus menghadirkan layanan terbaik, harga terjangkau, dan efisien waktu tentunya akan terus menarik minat investor dan tak menutup peluang untuk masuk ke level hectocorn.

Rencana Grab sebagai Decacorn di Indonesia

Grab terus mengembangkan diri sebagai superApp di Asia Tenggara yang menawarkan solusi harian berupa layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, dan hiburan digital. Namun secara khusus, Grab berencana untuk menginvestasikan sebagian besar dananya di Indonesia.

Diawali dari perkembangan microentrepreneur dengan target 5 juta merchant yang terdaftar di platform Grab, diikuti dengan pengembangan talenta di bidang teknologi dengan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Tak ketinggalan, Grab turut dalam mengakselerasi startup di Indonesia lewat program Grab Ventures yang memberikan pelatihan dan mentoring.

Pencapaian luar biasa sebagai decacorn ini tak menghentikan langkah Grab untuk terus menghadirkan layanan dan inovasi terbaik. Rencana investasi di Indonesia yang dilakukan oleh Grab pun selaras dengan filosofi platform terbuka yang menyatukan para mitra untuk hidup yang lebih baik di Asia Tenggara.

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa