Wanita Ditelan Piton Sempat Lihat `Penampakan` Pria Berserban

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 26 Juni 2018 13:40
Wanita Ditelan Piton Sempat Lihat `Penampakan` Pria Berserban
Wa Tiba ternyata kerap mengalami teror ular ketika di kebun.

Dream - Kisah tragis yang dialami Wa Tiba, wanita 54 tahun asal Desa Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Wa Tiba, 54 tahun, yang tewas ditelan ular piton menyisakan cerita mistis.

Wanita malang yang ditemukan tewas di dalam perut ulat piton pada Jumat pagi, 15 Juni 2018, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri itu seperti telah memiliki firasat akan meninggal dengan cara mengenaskan.

Sebelumnya, Adik kandung Wa Tiba, La Hino, 50 tahun, menceritakan jika Wa Tiba pernah mendapat mimpi aneh empat tahun silam. Dalam mimpinya, sang kakak kerap menjumpai ular ukuran besar ketika berkebun.

(Baca: Mimpi Aneh Wa Tiba Sebelum Ditelan Ular Piton)

Menurut dia, Wa Tiba selalu meminta doa agar diberi perlindungan. La Hino merupakan salah satu tetua di kampung mengatakan kakaknya sering mengeluh melihat ular di kebun. Kejadian itu dialami sejak empat tahun lalu.

" Setiap dia lihat ular itu, dia minta saya doakan. Dengan berdoa, ular tidak muncul lagi selama beberapa waktu, tapi kemudian muncul lagi," ucap La Hino, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 26 Juni 2018.

Enam bulan sebelum kejadian, Wa Tiba kembali mengalami mimpi yang tak kalah aneh bahkan cenderung mistis. 

1 dari 2 halaman

Lihat Pria Berserban Pecah Batu

La Hino mengatakan terakhir kali mendengar keluhan Wa Tiba enam bulan lalu sebelum wanita itu meninggal. Kepada La Hino, Wa Tiba mengaku melihat sosok pria berserban duduk sembari memecah batu di dekat gua.

Saat disapa, kata La Hino, pria itu menghilang. Beberapa lama kemudian, Wa Tiba melihat seekor ular ukuran besar.

" Tidak hanya itu, Wa Tiba ternyata memelihara ayam di kebunnya. Ayamnya habis karena dimakan ular," kata dia.

Kepala Desa Lawela, La Faris, mengatakan kejadian yang sama dialami banyak warga. Ayam peliharaan maupun ternak mereka yang lain habis dimakan ular piton.

" Malah, saya ketemu kakaknya almarhum, dia cerita kalau Wa Tiba tinggalkan sisa makanan di pondok kebunnya sering tak bersisa karena dihabiskan ular," ucap La Faris.

Sayangnya, kata La Faris, Wa Tiba sering mengumpat ketika menjumpai makanan di pondok kebunnya habis dimakan ular. Padahal, menurut kepercayaan warga, seharusnya dibiarkan saja.

" Sebab, kami percaya karena itu bisa saja bukan sembarang," tutur dia.

2 dari 2 halaman

Lokasi Kebun Dianggap Angker

Lokasi kebun Wa Tiba diketahui berada 500 meter dari jalan raya. Selama 7 tahun, kebun itu ditanami singkong dan jagung oleh Wa Tiba.

Untuk menuju kebun itu harus melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar. Sejak lima tahun lalu, warga enggan berkebun di lokasi itu lantaran dianggap angker.

Wa Tiba membuka kebun tersebut dibantu seorang warga bernama La Madura, 50 tahun. Sehari sebelum Wa Tiba meninggal, ternyata La Madura sempat mengeluh tidak sanggup lagi menggarap kebun karena teror ular.

" Dia bilang (La Madura), 'saya tidak bisa lagi berkebun karena tidak mampu, banyak ular," ucap La Faris menirukan ucapan La Madura.

Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua

Beri Komentar