Selain Sup Kelelawar, Warga Wuhan Diduga Makan Bayi Tikus Hidup-Hidup

Reporter : Sugiono
Minggu, 26 Januari 2020 12:01
Selain Sup Kelelawar, Warga Wuhan Diduga Makan Bayi Tikus Hidup-Hidup
Di Wuhan daging hewan apa saja dimakan.

Dream - Wabah virus Corona jenis baru terus menghadirkan kengerian bagi masyarakat di seluruh dunia. Di balik penyakit yang membuat banyak negara waspada, terungkap pula kebiasaan makan warga Wuhan, Tiongkok yang menggegerkan publik. 

Menjadi lokasi sumber pertama virus bernama 2019-nCoV terdeteksi, laman sosial digegerkan dengan kabar warga Wuhan yang menyantap berbagai jenis hewan liar. Binatang-binatang ini diduga diperjualbelikan di pasar di Wuhan.

Setelah viral sup kelelewar, warga Wuhan juga diduga menyantap binatang liar seperti ular, koala, hingga tikus.

Hewan yang terakhir inilah yang tengah menjadi viral di sosial media. Beredar sebuah video di Twitter yang memperlihatkan 'kerakusan' warga Wuhan.

Di video yang diposting oleh akun Free With HongKong itu tampak seorang pria makan beberapa ekor bayi tikus atau cindil hidup-hidup dengan lahapnya.

 

1 dari 7 halaman

Disantap Seperti Camilan

Dalam postingan itu disertakan keterangan, " Saya tidak percaya gambar-gambar ini. Dalam masyarakat beradab ini, ada yang makan tikus yang baru lahir. Membuat saya takut. Tak tertahankan."

Selain video tersebut, thread Twitter Free With HongKong itu juga memuat foto-foto gadis Wuhan makan sup kelelawar.

Tapi yang paling menjijikkan adalah aksi pria yang makan cindil hidup-hidup seolah menyantap camilan.

Pria itu mengambil seekor cindil dan mencelupkannya di saus sebelum memasukkan ke dalam mulutnya.

Dia kemudian mengangguk-angguk, menunjukkan bahwa dia sangat menikmati sajian bayi tikus tersebut.

Sumber: World of Buzz

 

 

2 dari 7 halaman

Sup Kelelawar Buah Diduga Jadi Penular Virus Corona ke Manusia

Dream - Saat ini wabah corona tengah mewabah di Wuhan, China. Berbagai upaya dilakukan Negeri Tirai Bambu agar wabah tidak meluas.

Dilansir DailyStar, yang mengutip laporan Buletin Sains China, kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona.

Sementara sup kelelawar yang merupakan kuliner terkenal di kota Wuhan menjadi perantara yang menularkan virus ke manusia.

 sup kelelawarsup kelelawar © dailystar

Dugaan kelelawar buah sebagai perantara virus corona ini juga didukung oleh kelezatan sup kelelawar dari kota Wuhan yang sangat terkenal di dunia.

Beberapa ahli melalui laporan mereka di Buletin Sains China menyatakan bahwa kelelawar buah kemungkinan menjadi pembawa virus tersebut.

Disebutkan bahwa di awal penyebarannya, para ahli meremehkan kondisi virus corona karena mirip dengan pneumonia dan SARS.

3 dari 7 halaman

Warga Wuhan Suka Makan Sup Kelelawar

Kecurigaan para ahli di Buletin itu didukung dengan foto dan video warga Wuhan menyantap sup kelelawar yang viral di media sosial.

Sebuah video memperlihatkan seorang gadis kelelawar ke mulutnya pakai sumpit saat makan malam bersama teman-temannya.

Di kesempatan terpisah, seorang warga Wuhan memotret seekor kelelawar yang menyeringai di depan kamera sebelum memakannya.

Namun ada yang aneh dengan sup kelelawar yang disantap warga Wuhan. Terlihat bagian dalam perut kelelawar mengambang di antara kaldu sup.

4 dari 7 halaman

Yang Terinfeksi Virus Corona Sudah 4.000 Jiwa

Para ahli menduga bahwa virus corona Wuhan memang berasal dari kelelawar buah yang dimasak jadi sup.

" Virus corona Wuhan bisa jadi berasal dari kelelawar (buah). Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," kata seorang ilmuwan.

Profesor Neil Ferguson, direktur Pusat Penelitian Medis untuk Analisis Penyakit Infeksi Global, mengatakan perkiraan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Wuhan adalah sekitar 4.000 jiwa.

Sumber: Daily Star

5 dari 7 halaman

Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Dream - Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.

Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.

Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.

Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.

6 dari 7 halaman

Apa Itu Virus Corona?

Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

  Flu dan Batuk? Tak Perlu ke DokterFlu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter © © MEN

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.

" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.

7 dari 7 halaman

Sesak Napas Parah

Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

  Virus CoronaVirus Corona © Shutterstock

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demambatuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.

" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.

Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.

Selengkapnya baca di sini.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam