Ibu di Jambi Selamatkan Anak dari Serangan Buaya

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 9 Juli 2018 14:21
Ibu di Jambi Selamatkan Anak dari Serangan Buaya
Yadi mengalami luka di bagian lengan.

Dream - Bocah SD bernama Yadi berniat mengambil air di sungai teluk Dawam di Jambi untuk menyiram bunga, Sabtu, 7 Juli 2018, pukul 22.30 WIB. Lokasi sungai itu memang tak jauh dari rumahnya.

Dalam kondisi gelap Yadi berjalan. Dia tak sadar ada buaya yang mengintai pergerakannya.

Begitu Yadi turun mengambil air, tiba-tiba buaya besar menerkam. Lengan Yadi tergigit. Seketika, Yadi meronta. Buaya itu bergeming. Tak terpengaruh. 15 meter buaya itu menyeret Yadi dari lokasi awal.

Yadi terus berteriak. Suaranya terdengar hingga telinga Rasmi, ibunya. Dia segera menyusul keberadaan Yadi.

Dari kejauhan dia melihat anaknya telah mengapung di tengah sungai.

" Saya memberanikan diri untuk berenang ke tengah sungai demi merebut dan menyelamatkan anak saya," kata Rasmi.

Buaya itu mendadak melepaskan mangsanya, Yadi. Pergi meninggalkan luka di lengan Yadi.

Yadi berhasil diselamatkan. Kondisinya masih hidup.

Kini dia dirawat di Rumah Sakit Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

(Sumber: merdeka.com)

Baca Juga: Foto Prewedding Ini Ramai Dikomentari Netizen, Lihat Kakinya Gara-gara Burung, Tagihan Telepon Membengkak Jadi Rp38 Juta Selain Syed Saddiq, 4 Anak Muda Ini Curi Perhatian Dunia Fenomena Inemuri di Jepang, Ini Penjelasan Dokter Model `KW Super` Rihanna Ini Bikin Pangling

1 dari 2 halaman

Pencarian Buaya di Ancol Diliputi Kabar Mistis

Dream - Masyarakat Jakarta sejak beberapa hari lalu dihebohkan dengan adanya buaya yang memasuki perairan Ancol, Jakarta Utara. Video buaya yang berenang menuju laut Ancol pun menjadi viral.

Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran mengingat laut dan pantai Ancol jadi salah satu tujuan wisata Lebaran yang selalu dipenuhi pengunjung.

Tim gabungan yang diinisiasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Seribu pun telah diturunkan untuk menyisir keberadaan reptil sepanjang 3 meter itu.

Pencarian dari pagi hingga sore terus dilakukan pada Minggu 17 Juni 2018. Namun hingga kini, sosok buaya tersebut masih juga belum ditemukan. Tidak sedikit orang yang mengaitkan kemunculan buaya tersebut dengan hal mistis.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakarandan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Abdul Wahid mengatakan, hingga kini tak ada hal-hal aneh ketika mereka menyusuri perairan untuk mencari buaya.

Meskipun, dirinya sempat menghentikan ucapannya sebentar ketika ditanya apakah sempat menemui hal-hal unik atau bahkan mistis ketika mengejar reptil itu.

" Enggak. Enggak nggak ada, hanya... Nggak ada, normal, semua kita telusuri," ujar Wahid, kepada Liputan6.com, Senin 18 Juni 2018.

Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Pleton dari salah satu tim Damkar yang ikut mencari buaya, A Mursid. Menurut Mursid, sejauh ini tidak ada hal-hal aneh yang terjadi. Namun dirinya mengakui sempat menduga hewan yang dicarinya merupakan sosok jadi-jadian.

Diketahui, buaya pertama kali muncul di dekat Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara. Hingga kini, buaya sepanjang 3 meter itu belum ditemukan. Pencarian dengan tim gabungan pun dikerahkan.

Sumber: Yunizafira Putri Arifin Widjaja/ Liputan6.com

2 dari 2 halaman

Buaya Mangsa Manusia di Riau, Pas Dibedah Isinya Mengerikan

Dream - Penangkapan seekor buaya sepanjang 4,2 meter dan lebar 60 centimeter di Riau membuat warga Pulau Mepar, Kabupaten Lingga, gelisah. Dari dalam perut buaya, warga menemukan tulang belulang yang diyakini tulang manusia.

Banyak warga meyakini tulang belulang tersebut adalah milik almarhum Azman. Pria yang dikabarkan hilang diterkam buaya sekitar dua pekan lalu.

Saat itu jasad Azman yang diduga mengalami kejadiaan nahas di belakang rumahnya itu tak ditemukan. Warga hanya menemukan potongan daging manusia dan pakaian korban.

Proses pembedahan tubuh buaya itu berlangsung pada Sabtu pagi, 2 Juni 2018. Saat dibedah, warga menemukan tulang belulang yang diyakini potingan tubuh manusia.

" Itu tulang manusia, bukan tulang binatang, karena jelas berbeda, bentuk tubuh dan cara berjalannya berbeda," ucap Direktur RSUD Encek Maryam, dr Suryadi ketika dihubungi Batamnews.co.id, dikutip dari laman Liputan6.com, Senin, 4 Juni 2018.

Tulang belulang yang ditemukan, menurut pria yang juga biasa dipanggil dr Atan itu, yakni tulang paha, tulang kering, pasangan tulang kering, tulang tumit, dan tulang rawan rusuk.

Selain itu, tulang leher dua buah, tulang lengan bawah, tulang rahang bawah, dengan satu buah gigi geraham.

Sekalipun ada kemiripan antara tulang manusia dan binatang primata seperti simpanse, dr Atan mengaku melihat perbedaan tersebut secara kasat mata.

Dugaan jika buaya tersebut memakan manusia semakin diperkuat dengan ada temuan potongan baju yang diakui oleh keluarga merupakan baju korban terkaman buaya yang hilang kemarin.

Dengan penemuan ini, dr Atan mengatakan korban akan segera dimakamkan setelah sebelumnya potongan tulang dibersihkan dan dikafani.

(Sah, Liputan6.com)

Beri Komentar