Kehabisan Uang Saat Lockdown, Keluarga Ini Makan Nasi dan Gula

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 8 April 2020 09:18
Kehabisan Uang Saat Lockdown, Keluarga Ini Makan Nasi dan Gula
MCO atau lockdown di Malaysia berdampak besar terhadap perekonomian.

Dream - Kebijakan Movement Control Order (MCO) atau Lockdown yang diterapkan Pemerintah Malaysia berdampak besar terhadap perekonomian.

Banyak orang kehilangan mata pencaharian akibat harus berdiam di rumah agar tidak tertular virus corona.

Satu keluarga berpenghasilan rendah di Pasir Gudang, Johor merasakan betul bagaimana sulitnya menjalani hidup di masa pemberlakuan lockdown. Mereka terpaksa makan nasi dan gula karena sudah kehabisan uang.

Dilaporkan Sinar Harian, Roslan A Aliudins, 30 tahun, mengaku sudah tidak punya uang untuk memberi makan istri dan tiga anaknya.

Sisa uang yang didapat dari sumbangan Asosiasi Warga Taman Cendana hanya cukup untuk beli nasi putih atau membuat bubur.

Roslan sendiri berasal dari Lahad Datu, Sabah. Sudah lebih dari 10 tahun lamanya dia tinggal di Johor.

Satu-satunya sumber penghasilannya yaitu menjadi tukang pasang kabel listrik. Sementara pekerjaan itu tidak bisa dia lakukan selama masa karantina.

 

1 dari 5 halaman

Dapat Bantuan

" Sejak kebijakan MCO diberlakukan, saya tidak dapat bekerja meskipun menerima panggilan untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan kabel di rumah-rumah. Pada awalnya, saya bisa bertahan hidup dengan uang tabungan saya selama seminggu, lalu uang tabungan saya habis," jelas Roslan.

Setelah Roslan menjelaskan kesulitannya kepada Ketua Asosiasi Warga Taman Cendana, Shamsul Bahrin Ibrahim, keluarganya diberi bantuan bahan pangan berupa beras dan gula.

" Selama empat hari setelah diberi bantuan, menu kami hanya terdiri dari nasi atau bubur dengan gula atau nasi goreng," tambah Roslan.

Tetapi, Roslan akhirnya bersyukut menjadi bagian dari 3.000 penerima bantuan makanan dari supermarket Econsave. Supermarket itu menyumbang ikan dan sayuran, sehingga Roslan dan keluarganya bisa makan layak.

Roslan juga berharap pemerintah segera mencabut MCO. Sehingga ia dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

(Sumber: World of Buzz)

2 dari 5 halaman

Tak Sholat 26 Tahun, Gadis Ini Belajar Pakai Catatan Saat Karantina Corona

Dream - Datangnya wabah virus corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 ternyata menyimpan banyak hikmah yang mengejutkan di baliknya.

Seperti kisah seorang gadis yang baru kembali dari Eropa setelah Benua Biru itu menjadi pusat penyebaran baru virus corona dan dinyatakan sebagai zona merah.

Foto-fotonya di Instagram yang menampilkan catatan niat dan bacaan doa sholat yang tersusun rapi di atas sajadahnya, mengundang rasa haru dari para netizen.

Berbicara kepada mStar, Nur'Rashima Murat, mengatakan hatinya mulai tersentuh untuk kembali menunaikan sholat ketika hubungannya dengan sang tunangan mengalami masalah.

Gadis 26 tahun yang akrab dipanggil Shima itu akhirnya putus dari tunangannya pada bulan Maret tahun lalu.

3 dari 5 halaman

26 Tahun Tak Pernah Sholat atau Mengaji

Rashima mengatakan sepanjang hidupnya selama 26 tahun ini dia tidak pernah sekali pun sholat atau mengaji Alquran.

" Bukan karena orangtua tidak mengajari. Tapi hati saya sendiri memang belum tergerak untuk belajar sholat," katanya.

Katanya, foto catatan-catatan di atas sajadah itu diambil pada bulan April 2019.

" Tetap baru sekarang saya punya keberanian untuk berbagi kepada semua orang," kata warga Singapura itu.

4 dari 5 halaman

Sholat Diam-diam Sambil Baca Catatan

Shima kemudian menceritakan bagaimana dia menghapal niat dan doa saat sholat secara diam-diam. Dia malu sholat tapi sambil membaca catatan.

Belajar sambil baca catatan berisi doa dan bacaan sholat.© MStar.com.my

Dia bahkan mengalami kesulitan untuk sholat lima waktu. Shima mengaku hanya bisa belajar sholat Isya' dan Subuh karena menunggu semua orang sudah tidur.

" Awalnya susah juga. Saya cuma bisa sholat Isya' dan Subuh. Saya belajar sholat saat malam menunggu semua orang tidur.

" Saya merasa malu karena sholat sambil membaca catatan, tak yakin saja. Saya masih sholat tapi tak ambil inisiatif untuk menghapal setiap bacaannya," kata warga Choa Chu Kang itu.

5 dari 5 halaman

Belajar Sholat Selama Karantina

Kepulangannya ke Singapura awal bulan lalu mengharuskannya menjalani karantina di rumah sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.

Selama dua minggu menjalani karantina itu dimanfaatkan Shima untuk belajar sholat secara serius.

" Saya sudah lama meninggalkan sholat dan sekarang saatnya untuk memperbaikinya. Saya hanya duduk di rumah selama karantina dan bertekad untuk mempelajari sholat dengan benar," katanya.

Alhamdulillah, sekarang Shima sudah bisa sholat tanpa perlu membaca catatan-catatan berisi niat dan bacaan lagi.

Dia juga terkejut sendiri karena mampu menghapal niat dan bacaan sholat tersebut hanya dalam sehari.

" Alhamdulillah, sekarang saya bisa sholat dengan tenang. Saya tak memakai catatan-catatan itu lagi sebab sudah hapal. Yang mengejutkan, saya hanya butuh waktu sehari untuk menghapal semua (niat dan bacaan)," katanya.

Shima, yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, bersyukur telah selesai menjalani karantina di rumah selama dua minggu tanpa mengalami gejala apa pun. Dia dinyatakan benar-benar sehat.

Bagi gadis yang bekerja sebagai asisten pribadi di sebuah perusahaan di Batam, Indonesia, wabah Covid-19 membawa hikmah tersendiri di baliknya.

" Jika bukan karena wabah Covid-19 dan karantina ini, saya akan malas dan tidak akan pernah belajar sholat dengan benar. Covid-19 telah membuka mata saya," katanya.

Menurut Shima, apa yang dia bagikan di Instagram ini adalah pelajaran untuk menyadari bahwa setiap manusia tidak bisa lepas dari melakukan kesalahan dan tidak malu untuk memperbaikinya.

" Saya tidak ingin mereka malu belajar sholat bahkan ketika sudah tua. Belajarlah untuk sholat meski dengan cara yang sulit sekali pun karena saya percaya bahwa suatu hari semua upaya ini akan sepadan ... InsyaAllah dosa-dosa kita diampuni oleh-Nya," pungkasnya.

Beri Komentar