Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: East2West)
Wanita 27 tahun itu baru menjalani operasi di sebuah klinik.
Dream - Seorang wanita Rusia meninggal secara tragis akibat kesalahan fatal yang dilakukan klinik yang merawatnya.
Ekaterina Fedyaeva tewas setelah dokter keliru memasang kantong infus yang mengandung formalin.
Wanita 27 tahun itu dilaporkan selesai menjalani operasi di sebuah klinik di Ulyanovsk, Distrik Federal Volga, Rusia.
Saat itu, dokter bermaksud mengganti kantong infus Ekaterina dengan cairan yang mengandung garam.
Namun dokter rupanya salah memasang infus yang mengandung formalin yang biasa digunakan untuk mengawetkan jenazah.
"Ini jelas-jelas sebuah pembunuhan. Cairan di kantong infus telah mengikis tubuhnya dari dalam," kata ibu korban yang bernama Galina Baryshnikova dengan nada marah.
Baryshnikova menambahkan putrinya sangat menderita sebelum koma akibat dari kesalahan klinik itu.
"Kakinya bergerak tak beraturan. Dia mengalami kejang-kejang, seluruh tubuhnya gemetar," kata Baryshnikova, seperti dikutip The Sun.
"Aku memasang kaus kaki, jubah, hingga selimut. Tapi dia tetap menggigil dengan hebat. Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya," ujar Baryshnikova.
Baryshnikova menambahkan bahwa para dokter pada awalnya menyembunyikan kesalahan mereka. Baryshnikova yang tidak tahu apa yang terjadi terus meminta para dokter untuk berbuat sesuatu untuk putrinya.
Tetapi kesalahan para dokter di klinik tersebut akhirnya terbongkar. Baryshnikova bertemu sekelompok dokter lain yang tidak setuju penyebab kondisi Ekaterina tetap disembunyikan dari orang tua dan keluarganya.
Seorang dokter kemudian mengakui bahwa klinik telah membuat kesalahan, meskipun dia tidak secara khusus mengungkapkan penyebab kondisi Ekaterina.
"Selama 14 jam setelah dioperasi, dia harus mengonsumsi formalin ini dan mereka tidak melakukan apa pun," kata Baryshnikova tentang para dokter di klinik yang tak disebutkan namanya itu.
The Sun melaporkan Baryshnikova dan suaminya, Igor, baru mengetahui kesalahan itu setelah Ekaterina dipindahkan ke klinik lainnya.
Ekaterina kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Moskow, di mana dia akhirnya meninggal. Penyelidikan unsur kriminal atas penyebab kematian Ekaterina dilaporkan sedang berlangsung.
Laporan tersebut tidak menyebutkan mengapa Ekaterina menjalani operasi di klinik di Ulyanovsk itu. Wanita malang itu akhirnya dimakamkan pada 7 April lalu.
(Sah/Sumber: Foxnews.com)