Selamat Jalan Muhammad Ali, Pesepak Bola Terbaik Dunia... Loh?

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 7 Juni 2016 17:02
Selamat Jalan Muhammad Ali, Pesepak Bola Terbaik Dunia... Loh?
Gadis ini menyangka Muhammad Ali adalah legenda sepak bola. Mengatakan lebih baik dari Messi, Ronaldo, bahkan Maradona.

Dream - Saat dunia ramai membicarakan kematian legenda tinju dunia, Muhammad Ali, seorang perempuan asal India tiba-tiba menjadi tenar. Perempuan muda ini menjadi sorotan karena salah menyebut Ali sebagai seorang pesepak bola.

Anandita Patel. Demikian nama perempuan India itu. Pada 4 Juni silam, melalui akun Twitter, @Anandita_patel1, dia menyampaikan duka atas kematian Muhammad Ali. Namun dia salah menyebut profesi Ali.

RIP Mohammed Ali. Pemain sepak bola terbaik sepanjang masa lebih hebat dari Ronaldo, Maradona, dan Messi,” demikian tulis Patel.

Ali memang bukan pesepak bola. Dia adalah legenda tinju dunia. Berbagai prestasi telah dia rengkuh. Nyaris sekujur Bumi tahu akan kehebatan pria bernama asli Cassius Marcellus Clay Jr. Ini.

Kesalahan itu mendapat respons dari pengguna media sosial lainnya. Postingan tersebut di-retweet hingga 7.400 kali dan mendapat 3.400 tanda hati.

Dan rupanya, dara asal India ini segera menyadari kekeliruannya. Melalui kicauan berikutnya, dia melakukan ralat. Dia menyangka bahwa Muhammad Ali adalah Pele, legenda sepak bola asal Brasil.

Setidaknya ada 4 posting untuk meralat pernyataan Ali sebagai pesepak bola. Yang terakhir mengunggah foto Ali yang tengah berpelukan dengan Pele.

1 dari 5 halaman

Fakta Kisah Mualaf Muhammad Ali yang Tak Anda Ketahui

Dream - Muhammad Ali. Legenda tinju dunia itu wafat pada pada usia 73 tahun setelah dirawat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Pria berjuluk " The Greatest" itu memang bertahun-tahun berjuang untuk bertahan hidup, melawan penyakit Parkinson yang menggerogotinya.

Muhammad Ali lahir di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, pada 17 Januari 1942. Nama asli anak sulung dari tukang cat papan iklan ini adalah Cassius Marcellus Clay Jr.

Dia mulai suka dengan olah raga tinju pada usia 12 tahun. Saat itu dia memberi tahu polisi Louisville, Joe E. Martin, akan menghajar pencuri sepedanya. Sejak itu, Martin menyarankan agar Ali muda untuk belajar olahraga tinju.

Pada 1954, Ali remaja mulai belajar tinju di sasana milik Fred Stoner --pria ini menjadi pelatih selama karier amatir Muhammad Ali. Selama di asuh Stoner, Ali memenangi 6 kali Kentucky Golden Gloves. Dalam karir amatir ini, dia menang ratusan kali, dan hanya kalah 5 kali.

Enam tahun berselang, atau 1960, Ali menggondol medali emas kategori light heavyweight pada Olimpiade di Roma Italia.

© Dream
2 dari 5 halaman

Masuk Islam, Dunia Geger

Pada 1964, Muhammad Ali bertarung melawan Sonny Liston, petinju yang kala itu belum ada tandingannya. Tapi hari itu, 25 Februari 1964, Ali menghajar habis-habisan Liston. Pada ronde 6, Ali menghempaskan Liston. Pertarungan disudahi. Ali menang.

Sehari berselang, 26 Februari 1964, dunia geger. Bukan soal kemenangan Ali dari Liston yang mencengangkan. Melainkan kabar masuk Islam sang bintang baru ring tinju ini.

Ali masuk Islam setelah terinspirasi oleh Malcolm X, aktivis hak asasi manusia keturunan Afrika-Amerika, yang pernah menjadi Menteri Muslim AS.

3 dari 5 halaman

Mengganti Nama Budak Jadi Muhammad Ali

Setelah masuk Islam, dia mengganti nama menjadi Muhammad Ali. Tak lagi menggunakan nama Cassius Marcellus Clay Jr.

" Cassius Clay merupakan nama budak. Aku tidak memilih nama ini dan aku tidak ingin nama itu. Aku Muhammad Ali, nama merdeka --ini berarti kesayangan Allah, dan aku orang memanggilku dengan nama ini saat berbicara denganku," kata Ali.

 

© Dream
4 dari 5 halaman

Tolak Perang Vietnam: Saya Sholat, Tak Bunuh Orang

Muhammad Ali tak hanya garang di atas ring. Dia juga dikenal vokal bersuara jika tak bertanding, terutama pada isu politik dan agama.

Ali bahkan dijebloskan ke penjara pada tahun 1966 karena menolak wajib militer. Dia menolak dikirim ke VIetnam.

" Bagaimana aku akan membunuh seseorang jika aku sholat lima kali sehari untuk keamanan," ujar Ali kala itu.

Karena ucapannya itulah dia dilarang naik ring selama tiga tahun. Gelarnya pun juga dilucuti.

 

5 dari 5 halaman

Muslim Taat Hingga Akhir Hayat

Muhammad Ali dikenal sebagai seorang Muslim yang taat. Selain itu, dia terkenal sangat tegas dalam membela agamanya. Bahkan hingga menjelang akhir hayat, saat mengomentasi pendapat bakal calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, tentang seranga teror di Paris, Prancis.

" Saya seorang Muslim dan pembunuhan orang tidak bersalah tidak ada kaitannya dengan Islam di Prancis, San Bernardino, atau dimana-mana di dunia ini. Muslim sejati akan tahu cara kejam yang disebut " Islamic Jihadist" itu sangat bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Islam."

" Kami sebagai Muslim perlu berdiri menentang mereka yang menggunakan Islam untuk agenda pribadi."

Kini, Ali sudah wafat. Jasadnya akan dimakamkan 10 Juni mendatang. Tapi segala prestasi dan pribadinya akan selalu dikenang. (Dari berbagai sumber)

© Dream
Beri Komentar