Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Setelah dua hari melakukan penyelidikan, petugas Polsek Metro Jatinegara berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi dalam kondisi terbakar di bawah Underpass Tol Wiyoto Wiyono di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin malam 2 Maret 2015.
Pelakunya adalah pasangan suami istri berinisial ST, 46 tahun dan R, 35 tahun. Berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas berhasil mengungkap dan menangkap keduanya di kawasan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu 4 Maret 2015.
Kepada polisi, ST dan R menjelaskan kronologis kejadian. Bermula pada Jumat pagi 27 Februari. R yang diketahui tengah hamil besar tiba-tiba melahirkan di dekat sebuah tumpukan sampah yang biasanya dijadikan tempat tinggal oleh pasangan ini.
Pasangan suami istri ini tidak mempunyai pekerjaan tetap. ST bekerja sebagai pemulung dan sesekali menjual buah keliling, sementara istrinya, R, adalah ibu rumah tangga.
"Bayi itu tiba-tiba dilahirkan begitu saja, dan jatuh ke bawah (tanah)," kata Kapolsek Metro Jatinegara, Kompol Dasril mengutip keterangan tersangka dilansir humaspoldametrojaya.blogspot.com, hari ini.
Kapolsek melanjutkan, R yang mengetahui anaknya lahir dalam kondisi meninggal kemudian menaruhnya dalam kardus. Ia kemudian membawa kardus itu ke tumpukan sampah.
"Setelah itu, R pergi mencari suaminya. Kita juga heran dia itu kuat. Setelah melahirkan, dia mengaku jalan mencari suaminya," ujar Kapolsek.
Beberapa hari kemudian, pasangan yang tidak punya tempat tinggal tetap ini akhirnya kembali ke lokasi tumpukan sampah, Minggu 1 Maret, sekira pukul 19:00 WIB. Tujuannya untuk beristirahat malam di dekat lokasi sampah itu.
Ketika hendak istirahat, ST mengambil korek api dan membakar tumpukan sampah tersebut. "Dia maksudnya bakar sampah supaya tidak ada nyamuk. Ketika itu, bayi yang diletakkan dalam kardus sudah tidak terlihat di tumpukan sampah. Jadi, dia bakar saja sampah yang ada di situ," ujar Kapolsek.
Kapolsek mengatakan, bayi yang sudah meninggal ketika dilahirkan sebelumnya itu akhirnya ikut terbakar.
Pada Senin malam kemarin, seorang bocah, Zidan, 14 tahun, yang pulang bermain dengan temannya, melintas di jalan itu.
Zidan mencium bau tak sedap dari lokasi tumpukan sampah. Zidan melaporkan ke petugas sekuriti sebuah pabrik. Setelah dicek dan mendapati bayi manusia terbakar, petugas sekuriti melaporkannya ke kepolisian.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ST dan R kini ditahan di Mapolsek Metro Jatinegara. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?