Benarkah Jalan Kaki 5 Menit Setelah Makan Bisa Menurunkan Gula Darah?

Stories | Jumat, 11 September 2026 14:00

Reporter : Abidah

Jalan kaki lima menit mungkin tidak menggantikan olahraga rutin, tetapi dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif.

DREAM.CO.ID - Setelah makan, kadar gula darah secara alami meningkat. Tubuh memecah karbohidrat dari makanan menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah. Pada saat yang sama, pankreas melepaskan insulin untuk membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel agar dapat digunakan sebagai energi. Namun, ada cara sederhana yang dapat membantu tubuh menangani kenaikan tersebut: berjalan kaki selama beberapa menit.

Menariknya, durasi yang dibutuhkan tidak selalu panjang. Jalan kaki sekitar lima menit setelah makan dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah, terutama jika dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari aktivitas fisik sepanjang hari. Jadi, bagi orang yang merasa olahraga 30 menit sekaligus terlalu berat, berjalan sebentar setelah makan bisa menjadi titik awal yang realistis.

Mengapa Jalan Kaki Bisa Membantu Mengendalikan Gula Darah?

Ketika berjalan, otot-otot kaki seperti paha, betis, dan bokong bekerja dan membutuhkan energi. Salah satu sumber energi tersebut adalah glukosa yang berada di dalam darah.

Aktivitas fisik membuat sel otot menjadi lebih responsif terhadap insulin sehingga glukosa dapat masuk ke dalam sel dengan lebih efisien. Menariknya, otot yang sedang berkontraksi juga dapat mengambil glukosa dari darah melalui mekanisme yang tidak sepenuhnya bergantung pada insulin. Karena itu, aktivitas fisik dapat membantu tubuh menggunakan gula darah baik pada orang dengan maupun tanpa gangguan sensitivitas insulin.

American Diabetes Association juga menekankan pentingnya mengurangi waktu duduk terlalu lama. Pedoman 2026 menganjurkan orang dengan diabetes atau yang berisiko mengalami diabetes untuk memutus periode duduk setidaknya setiap 30 menit dengan aktivitas singkat, karena kebiasaan tersebut dapat memberikan manfaat terhadap kadar gula darah dan kesehatan secara keseluruhan.

2 dari 5 halaman

Apakah Lima Menit Benar-benar Cukup?

Jawabannya tergantung pada tujuan. Jika tujuannya adalah membantu mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan, jalan kaki selama lima menit dapat memberikan manfaat. Namun, durasi tersebut tidak berarti seseorang sudah memenuhi kebutuhan olahraga harian.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memecah waktu duduk dengan aktivitas ringan selama beberapa menit dapat membantu memperbaiki respons gula darah setelah makan. Bahkan, tinjauan penelitian yang dirujuk Verywell Health menemukan bahwa beberapa sesi jalan kaki singkat yang dilakukan berulang sepanjang hari dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan dibandingkan terus duduk.

Durasi 10–15 menit setelah makan juga menunjukkan manfaat dalam sejumlah penelitian, termasuk membantu menurunkan kadar gula darah rata-rata selama beberapa jam setelah makan dan mengurangi puncak kenaikan gula darah dibandingkan hanya duduk.

Artinya, lima menit bukan angka ajaib. Prinsip yang lebih penting adalah bergerak daripada terus duduk, terutama setelah makan.

 

3 dari 5 halaman

Kapan Waktu Terbaik untuk Berjalan?

Jika tujuan utamanya mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan, waktu berjalan kaki juga penting. Berjalan segera setelah makan atau dalam waktu sekitar 30 menit setelah selesai makan dapat membantu ketika kadar glukosa mulai meningkat.

Dengan bergerak pada periode tersebut, otot memperoleh kesempatan menggunakan glukosa yang mulai masuk ke aliran darah. Sebaliknya, jika menunggu terlalu lama hingga kadar gula darah sudah mencapai puncaknya, manfaat terhadap lonjakan setelah makan mungkin tidak sebesar ketika aktivitas dilakukan lebih awal.

Karena itu, kebiasaan sederhana seperti berjalan mengelilingi rumah setelah makan malam, berjalan sebentar di sekitar kantor setelah makan siang, atau membereskan rumah selama beberapa menit dapat menjadi cara praktis untuk mengurangi waktu tidak aktif.

 

4 dari 5 halaman

Bagaimana Jika Lima Menit Terasa Terlalu Mudah?

Justru itu bisa menjadi keuntungan. Lima menit dapat menjadi kebiasaan awal yang kemudian berkembang menjadi aktivitas yang lebih lama.

Misalnya, seseorang dapat berjalan selama lima menit setelah sarapan, makan siang, dan makan malam. Totalnya sudah 15 menit sehari. Jika kemudian durasinya ditambah menjadi 10 menit setiap kali makan, jumlah aktivitas akan semakin besar tanpa harus menyediakan waktu khusus selama 30 menit sekaligus.

Namun, untuk manfaat kesehatan jangka panjang, jalan kaki singkat setelah makan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya aktivitas. Pedoman American Diabetes Association 2026 tetap merekomendasikan sebagian besar orang dewasa dengan diabetes melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat per minggu, yang idealnya tersebar dalam sedikitnya tiga hari. Latihan penguatan otot juga dianjurkan.

Aktivitas rutin dalam jangka panjang juga memiliki manfaat yang lebih luas. Pada orang dengan diabetes tipe 2, olahraga teratur dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah dan sensitivitas insulin. Bahkan, intervensi gaya hidup dengan sedikitnya 150 menit aktivitas fisik per minggu terbukti berperan dalam menurunkan risiko berkembangnya diabetes tipe 2 pada kelompok berisiko tinggi.

 

5 dari 5 halaman

Jadi, Apakah Perlu Berjalan Lima Menit Setelah Makan?

Jika kondisi fisik memungkinkan, kebiasaan tersebut layak dicoba. Jalan kaki lima menit mungkin tidak menggantikan olahraga rutin, tetapi dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif dan membantu mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan.

Kuncinya bukan mencari satu durasi yang sempurna, melainkan mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama dan memasukkan lebih banyak gerakan ke dalam rutinitas sehari-hari. Lima menit setelah makan, beberapa kali sehari, dapat menjadi langkah kecil menuju aktivitas fisik yang lebih konsisten.

Bagi orang yang menggunakan obat penurun gula darah atau insulin, terutama yang berisiko mengalami hipoglikemia, perubahan aktivitas fisik sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan karena kebutuhan setiap orang berbeda. Jalan kaki juga tidak menggantikan obat, pola makan, atau pengelolaan diabetes yang telah direkomendasikan dokter.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id