Bawa Muffin dari Bali ke Australia, Penumpang Didenda Rp27,5 Juta

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 4 Agustus 2022 08:45
Bawa Muffin dari Bali ke Australia, Penumpang Didenda Rp27,5 Juta
Saat mendarat di bandara Internasional Darwin, Australia, anjing detektor biosecurity, langsung mengendusnya.

Dream - Seorang penumpang yang terbang dari Bali ke Australia didenda AU$2.664 atau sekitar Rp27,5 juta. Hal itu lantaran penumpang tersebut membawa McMuffins yang merupakan produk dari McDonald's di dalam bagasi.

Penumpang yang identitasnya dirahasiakan itu membawa dua telur, ham croissant dan McMuffins. Saat mendarat di bandara Internasional Darwin, Australia, anjing detektor biosecurity, langsung mengendusnya.

Pemeriksaan© Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia menggambarkan barang-barang itu sebagai beberapa " produk berisiko yang tidak diumumkan" di bagasi penumpang.

Akibatnya, penumpang dinyatakan melakukan pelanggaran " unit 12 karena gagal menyatakan potensi item berisiko tinggi biosekuriti dan memberikan dokumen palsu dan menyesatkan" . Australia baru-baru ini memberlakukan aturan biosekuriti baru karena merebaknya penyakit kaki dan mulut (PMK) yang terjadi di Bali selama berminggu-minggu. Makanan penumpang terlebih dahulu diuji sebelum dimusnahkan.

1 dari 6 halaman

Undang-Undang Biosekuriti

" Wisatawan yang datang dari Indonesia akan berada di bawah pengawasan biosekuriti yang lebih ketat karena adanya penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia,” tulis Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia.

McMuffin© Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia

Dalam Undang-Undang Biosekuriti Australia, siapa pun yang ditemukan melanggar denda yang diberikan mencapai AU$2.664. Denda diberlakukan, menurut pejabat setempat agar keamanan penyakit menular di Australia tetap terjaga.

“ Ini akan menjadi makanan termahal yang pernah dimiliki penumpang ini. Denda ini dua kali lipat biaya tiket pesawat ke Bali, tetapi saya tidak bersimpati kepada orang-orang yang memilih untuk tidak mematuhi langkah-langkah keamanan hayati Australia yang ketat," kata Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Murray Watt.

Sumber: NextShark

2 dari 6 halaman

Cerita Kocak Balita Pesan Burger 31 Porsi Lewat Ponsel Ibunya

Dream - Memesan makanan kini memang dipermudah hanya dengan aplikasi. Tinggal klik, bayar secara online dan dalam beberapa menit makanan akan diantar hingga depan rumah.

Bila di ponsel Sahabat Dream terdapat aplikasi memesan makanan, pastikan diproteksi. Terutama jika ponsel suka dimainkan balita. Jangan sampai ada insiden balita memesan makanan dalam jumlah banyak dan berlebihan.

Cerita Kocak Balita Pesan Burger 31 Porsi Lewat Ponsel Ibunya© MEN

Seperti pengalaman kocak sekaligus bikin kaget yang dialami keluarga Kelsey Burkhalter di Amerika Serikat. Kelsey memiliki anak lelaki berusia 2 tahun yang sedang memainkan ponselnya.

Anaknya tersebut ternyata tak sengaja memesan 31 burger McDonald's melalui aplikasi pengiriman. Tak hanya itu, putranya juga memberikan tips sebesar US $16 atau sekitar Rp234 ribu.

Sementara biaya yang dikeluarkan untuk membayar burger adalah US $91 atau sekitar Rp1,3 juta. Kelsey membagikan hal yang dialaminya di akun Instagram @kelseyrb3.

 

3 dari 6 halaman

Burger© Instagram @kelseyrb3.

" Saya punya 31 burger keju, gratis (jika mau) dari McDonald's jika ada yang tertarik. Rupanya anak saya yang berusia 2 tahun tahu cara memesan online,"  tulis Kelsey Burkhalter Golden di postingannya.

Tampak foto putranya yang sangat senang berpose di puluhan burger yang dipesannya. Komentar pun bermunculan menanggapi unggahan tersebut.

" Dia terlihat sangat senang dengan pesanannya," tulis warganet.

" Mungkin Anda harus mengadakan pesta burger keju!!," ungkap warganet lain.

" McDonalds perlu merekrut bocah ini untuk iklannya," komentar lainnya.

4 dari 6 halaman

Pemilik Resto Jual Burger Rp85 Juta Saat Pandemi, Ada yang Beli!

Dream - Dalam situasi pandemi seperti sekarang menjual makanan super mahal mungkin tak terpikirkan oleh banyak pemilik industri kuliner. Robbert Jan de Veen, salah satu pemilik restoran di Belanda, justru sengaja membuat burger mahal.

Veen membuat burger yang diberi nama Golden Boy. Ia menjualnya seharga 5.000 Euro atau Rp86 juta. Bukan untuk menebalkan kantong pribadi, Veen ternyata menjual burger tersebut untuk amal.

Tak disangka, ada yang membelinya, yaitu konglomerat Belanda yang disembunyikan identitasnya. Golden Boy sendiri dimakan oleh Rober Willemse, Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman Kerajaan Belanda.

Burger semahal itu, banyak yang penasaran dengan bahan pembuat dan rasanya. Untuk membuat Golden Boy, digunakan daging sapi Wagyu Jepang, kaviar Beluga, kepiting raja Alaska, dan truffle putih, sementara rotinya dilapisi daun emas yang bisa dimakan.

 

5 dari 6 halaman

Veen menyumbangkan hasil penjualan ke organisasi non-profit yang membantu bank makanan di Belanda. Sumbangan senilai Rp86 juta itu untuk membantu badan amal membeli hampir 1.000 paket makanan untuk orang yang membutuhkan.

" Restoran tutup dan tidak ada kompetisi makanan karena pandemi. Meskipun layanan takeaway makanan kami aktif, saya merasa tertekan. Saya merasa tidak enak melihat penderitaan massa dan situasi suram industri restoran," kata Veen pemilik restoran De Daltons di provinsi Gelderland, Belanda.

" Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membuat burger termahal di dunia dan menyumbangkan seluruh pendapatan untuk amal untuk berbuat baik bagi masyarakat."

 

6 dari 6 halaman

Veen meneliti arsip dari Guinness World Records dan menemukan bahwa rekor saat ini untuk burger paling mahal ditetapkan pada 2011 oleh sebuah restoran di Oregon, di AS. Burger itu berharga 4.200 Euro atau Rp72 juta dan beratnya 35,4 kg.

Burger© Shutterstock

" Itu jelas bukan untuk satu orang. Jadi, saya pikir saya bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Itu benar-benar sebuah tantangan untuk membuat hidangan mahal untuk satu orang,” kata Veen.

Butuh lebih dari lima bulan untuk menyiapkan bahan dan bereksperimen dengan berbagai resep. Pada hari terakhir, dia membutuhkan waktu hampir sembilan jam untuk menyiapkan burger yang dinamakan Golden Boy.

Laporan Komarudin/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More