Geger Jajanan `Mie Bikini` Berbau Pornografi, Astagfirullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Agustus 2016 09:28
Geger Jajanan `Mie Bikini` Berbau Pornografi, Astagfirullah
Jajanan ini dinilai tidak pantas lantaran menggunakan nama yang menjurus pada konten porno.

Dream - Masyakat kembali dihebohkan dengan keberadaan jajanan anak mengandung unsur pornografi. Jajanan dengan nama Bihun Kekinian disingkat Bikini telah beredar di sejumlah daerah.

Jajanan ini dinilai tidak pantas lantaran menggunakan nama yang menjurus pada pornografi. Selain itu, kemasan jajanan tersebut memperlihatkan gambar tubuh wanita mengenakan bikini.

Persoalan ini membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) segera bersuara. Peredaran jajanan tersebut dianggap sudah melanggar Undang-undang (UU).

" Selain mereknya yang tidak layak untuk anak, gambar di kemasan juga berupa tubuh wanita dengan pakaian bikni. Selain itu, ada tulisannya 'remas aku'. Ini sudah pelanggaran terhadap UU," ujar Komisioner KPAI Bidang Pornografi dan Cyber Crime, Maria Advianti, dikutip dari kpai.go.id.

Dari penelusuran KPAI, mie itu ternyata dijual di.....

1 dari 2 halaman

Mie Ditemukan di....

Dream - KPAI menemukan jajanan tersebut pada situs jual beli online. Maria mengatakan peredaran jajanan tersebut bertentangan dengan UU Perlindungan Anak, UU Pornografi, dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Atas temuan ini, Maria mengatakan pihaknya mendesak pemerintah segera menarik peredaran jajanan tersebut. Ini perlu cepat dilakukan demi melindungi anak-anak.

" Dalam UU Perlindungan Anak, disebutkan hak anak mendapatkan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Kalau Sampai Anak Makan Mie Itu...

Dream - " Kalau anak-anak diberi jajanan seperti mie porno, apa yang akan terjadi kepada anak-anak di masa depan," ucap Maria.

KPAI telah menyerahkan temuan tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Maria berharap temuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara proposional.

" Anak-anak harus dilindungi dari bahaya pornografi, mengingat Indonesia saat ini telah menyandang status darurat pornografi," kata Maria.

Beri Komentar