Ilustrasi
Dream - Nasi sudah menjadi makanan pokok rakyat Indonesia. Sebut saja nasi padang, nasi lengko, nasi soto, nasi gudeg, nasi goreng, nasi uduk, dan lain sebagainya. Semua menu yang menjadi santapan sehari-hari itu semua berbahan nasi.
Nasi mengandung karbohidrat. Sehingga menjadi sumber energi utama masyarakat. Seseorang akan merasa lemas bila belom makan nasi. Namun tahukah Anda bahwa nasi dapat menyebabkan depresi? Depresi merupakan keadaan dimana seseorang mengalami stres atau pikiran berlebih.
Sebuah penelitian yang dilakukan The American Journal of Clinical Nutrition menjelaskan bahwa makanan yang terbuat dari zat tepung bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat secara cepat.
" Tubuh kemudian bereaksi dengan memompa hormon insulin yang membantu memecah zat gula tersebut. Proses inilah yang kemudian dapat menyebabkan gejala depresi."
Namun, bukan berarti tidak boleh mengkonsumsi nasi, Anda tetap boleh mengkonsumsi nasi dalam takaran dan porsi yang sewajarnya.
Ingin tahu penjelasannya lebih lanjut? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah