Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ferdy Hasan, Dr Sri Sukmaniah Dan Jack Pradono Handojo. (Foto: Syarifah Aulia/Dream.co.id)
Dream - Menyambut datangnya bulan ramadhan menjadi keistimewaan bagi setiap muslim. Bulan penuh keberkahan ini dijadikan momentum seorang hamba pada sang pencipta.
Ramadhan bukan hanya menjadi bulan penuh ampunan dosa melainkan bulan yang dapat memperat hubungan silaturahmi antar sesama baik terhadap keluarga, sahabat maupun masyarakat lainnya.
Menjaga kesehatan di bulan Ramadhan membutuhkan perhatian yang lebih. Pasalnya tubuh akan berpuasa yang artinya tak ada cairan maupun makanan yang masuk selama kurang dari 14 jam.
Menjaga keseimbangan air dalam tubuh juga tidak kalah penting untuk meningkatkan fungsi tubuh termasuk menyalurkan nutrisi ke seluruh tubuh.
Sesuai dengan aturan Kementrian Kesehatan mengenai konsumsi air putih sebanyak 2 liter sehari atau setara dengan 8 gelas.
"Masyarakat Indonesia seringkali mengabaikan pentingkan minum air putih sesuai dengan yang dianjurkan," kata dokter spesialis gizi klinik FKUI, Sri Sukmaniah di Jakarta.
Namun pada dasarnya, kata dia, minum air putih saat puasa sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan tubuh.
Dehidrasi yang biasanya menjadi momok paling menakutkan saat puasa, lanjutnya, tidak akan terjadi bila mengikuti anjuran minum air putih selama bulan puasa.
Oleh sebab itu Aqua mengajak seluruh masyarakat untuk minum air putih dengan pola `242`, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.
Health Marketing Director Danone Aqua, Jack Pradono Handojo, juga mengungkapkan, para ahli dehidrasi Indonesia juga telah merekomendasikan 242 saat menjalani puasa di bulan Ramadhan.
Mengkonsumsi minuman manis berkalori tinggi sangat berdampak buruk bagi kesehatan serta menggangu ibadah puasa.
Penimbunan kalori berupa lemak dapat terjadi saat puasa sehingga tak jarang seseorang mengalami kenaikan berat badan usai menjalani ibadah puasa. (Ism)
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
