173 Emiten Gusur Indeks Syariah dari Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 9 September 2014 16:33
173 Emiten Gusur Indeks Syariah dari Zona Hijau
Indeks bursa saham Indonesia tergusur dari rekor barunya setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung

Dream - Aksi jual investor di Bursa Efek Indonesia menjatuhkan rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Pemodal memanfaatkan sentimen penguatan dolar AS untuk melakukan aksi ambil untung.

Pada penutupan perdagangan BEI, Selasa, 9 September 2014, IHSG terpangkas 49,36 poin (0,94%) ke level 5.197,11. Seluruh indeks saham kompak bergerak ke zona merah.

Tanda-tanda pelemahan IHSG memang sudah terlihat di awal perdagangan. Sempat naik tipis 3 poin, IHSG pelan-pelan bergerak menurun seiring sentimen negatif di pasar.

Hingga sesi penutupan, sebanyak 259 emiten menyeret IHSG masuk zona merah. Penguatan harga saham dari 60 emiten tak mampu mengangkat IHSG ke zona merah.

Aksi jual beli pelaku pasar melibatkan 6,21 milair saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp 5,2 triliun.

Tekanan para pengambil untung juga membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak mampu mempertahankan laju kenaikannya. Indeks ISSI terpangkas 2,23 poin (1,29%) ke level 169,89.

Sebanyak 173 emiten syariah mengakhiri sesi perdagangan di teritori negatif sementara 35 lainnya masih mampu bergerak naik.

Tercatat 35,36 miliar saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,19 triliun.

Sepanjang perdagangan kali ini, indeks ISSI sempat memberikan harapan kenaikan setelah dibuka menguat ke level 172,24. Indeks ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi 172,4.

Ramainya aksi ambil untung pasar usai IHSG mencetak rekor ditambah kurs rupiah yang melemah dimanfaatkan pemodal untuk melepas sahamnya. Alhasil, indeks ISSI berada dalam tekanan dan berakhir di zona merah.

Koreksi tajam juga dialam indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 9,76 poin (1,37%) ke level 698,2. Indeks ISSI sempat menyentuh level terendah 709,24.

" Regional terlihat masih aman. Srait Times sore ini running dengan kenaikan tipis, plus Dow Futures hanya turun tipis menunjukkan bahwa problem IHSG adalah masalah dalam negeri," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo. (Ism)

Beri Komentar