Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Perusahaan raksasa dengan kantor cabang bertebaran di dunia, fasilitas gaji besar bagi pegawai, pasti menjalankan bisnisnya dengan hati-hati. Mereka membuat kebijakan untuk menjamin perusahaan berjalan mulus.
Meski berstatus perusahan top, tak menjamin bakal bertahan selamanya. Dengan penyebab yang beragam, perusahaan bisa jatuh bahkan gulung tikar.
Hal in sudah banyak terbukti di dunia bisnis global. Perusahaan yang dulu berjaya, bisa hilang dari radar tanpa jejak apapun.
Yang menyakitkan, perusahaan runtuh karena satu kesalahan saja.
mengutip dari laman therichest, inilah 5 perusahaan besar yang tutup karena satu kesalahan konyol:
© Dream
1. Vine
Kamu peselancar dunia maya pasti tahu aplikasi Vine. Aplikasi dengan aplikasi video call ini pernah dimiliki Twitter. Banyak bintang baru lahir dari video pendek lucu berdurasi 6 detik.
Namun nasib Vine tak bisa bertahan lama. Perusahaan ini tak kunjung untung. PHK akhirnya harus dilakukan besar-besaran, yang berakhir Selamat Tinggal Vine.
Vine runtuh krena munculnya Instagram dengan fasilitas video. Ternyata satu kesalahan membuat Vine jatuh. Perusahaan lupa mengapresiasi para penggunanya. Youtobe yang memiliki Instagram justru dengan baik hati membantu pemakainnya menghasilkan uang.
© Dream
2. Yahoo
Inilah raksasa bisnis yang dulunya menjadi penguasa jagat maya dan kini ditinggalkan pengikutnya. Dimulai 21 tahun, Yahoo menjadi situs mesin pencari paling banyak dipakai pengguna internet. Mereka pun pernah mau ditawar US$125 miliar, namun kini hanya terjual US$ 4,8 miliar ke Verizon.
Jatuhnya Yahoo ternyata akibat perusahaan tak dikelola dengan baik. Komunikasi internal sangat minim. Para pegawai bertalenta diganti oleh mereka yang tak berpengalaman.
© Dream
3. AOL-Time Warner
Pada 2001, AOL merger dengan Time Warner dengan nilai US$ 165 miliar dan berharap bisa menjangkau konsumen lebih banyak. Namun pada 2002, keputusan merger itu membuat perusahaan merugi sampai US$99 miliar.
Tujuh tahun kemudian, perusahaan akhirnya berpisah. Kesalahan ternyata muncul karena kedua perusahaan tak memiliki waktu untuk menilai kemampuan organsasi sebelum melakukan merger.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam