Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Bank Indonesia memutuskan akan melonggarkan kebijakan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu bentuknya adala merevisi ketentuan batas minimal uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Rencana itu ditanggapi positif oleh pihak bank syariah. Direktur Bisnis Bank BNI Syariah Imam Teguh Saptono menilai kebijakan tersebut diambil untuk menggairahkan kembali ekonomi negara sehingga bisa memberikan dampak positif untuk bank melakukan ekspansi pembiayaan.
" Dampaknya diharapkan positif, sebenarnya pelonggaran ini merupakan counter cyclical balance untuk melawan siklus kelesuan ekonomi. Diharapkan dengan kebijakan ini bank mulai lagi ekspansi pembiayaan dan ekonomi bisa gerak kembali," ujar Imam kepada Dream.co.id, Rabu, 20 Mei 2015.
Hal senada juga disampaikan Corporate Secretary BRI, Budi Satria. Menurutnya, kebijakan ini diambil BI untuk mendorong konsumsi nasional yang masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi negara.
" Yang jelas kebijakan yang diambil BI tentu merupakan respon dari kondisi ekonomi nasional saat ini. Tujuannya mendorong supaya sektor konsumsi nasional tumbuh, jadi tentu akan ada pengaruhnya," jelasnya.
Mengenai rencana BI menurunkan uang muka kredit ini, Imam dari BNI Syariah mengaku akan merivisi kebijakan tersebut. Menurut kajian pihaknya, sejauh ini jika uang muka tersebut diturunkan menjadi 20% dari sebelumnya 30%, maka pihak bank pun masih merasa aman.
" Pastinya bila kebijakan ini jadi digulirkan BNI syariah akan menyesuaikannya. Sejauh itu rumah pertama dan kisarannya tidak melebih 500 juta LTV 80% masih Ok," ungkapnya.
Imam menambahkan dalam kondisi perekonomi yang sulit seperti ini, pihaknya terus agresif melakukan penyaluran kredit pada awal tahun guna mencapai target perusahaan. Caranya melalui pemberian kredit produktif, seperti pembiayaan modal usaha kurang dari Rp 10 miliar.
" Masih tetap kejar front loading (untuk mencapai target). (Penyalurannya) produktif yang kurang dari Rp 10 miliar," pungkasnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya