`Baik-Buruk` Pelemahan Rupiah terhadap APBN

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 8 Mei 2018 19:17
`Baik-Buruk` Pelemahan Rupiah terhadap APBN
angkanya sudah berada di atas asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp13.400 per dolar AS.

Dream – Pemerintah meminta pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS tidak perlu dikhawatirkan. Padahal, angkanya sudah berada di atas asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sebesar Rp13.400 per dolar AS. Sementara saat ini posisi rupiah menyentuh di angka Rp14.022 per dolar AS. 

“ Nggak (khawatir). Kalau dari sisi APBN kan sudah berkali-kali disampaikan yang namanya asumsi kurs buat APBN itu bersifat indikatif. Apa yang terjadi kalau kurs lebih aman dari yang diasumsikan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, di Jakarta, Selasa 8 Mei 2018, dikutip dari Liputan6.com.

Suahasil mengatakan, pelemahan rupiah ini tidak selalu berdampak negatif. Kondisi rupiah bisa memberikan tambahan pendapatan bagi negara, misalnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan royalti dari sektor pertambangan.

“ Yang terjadi adalah kita akan memiliki penerimaan. Dari penerimaan, yang kami dapatkan itu adalah lebih tinggi dari pengeluaran gara-gara kurs. Apa pengeluaran yang terkait kurs? Pengeluaran terkait kurs itu subsidi karena itu kita beli dari luar minyaknya. Kemudian, pembayaran bungam cicilan pokok, maupun utang bunga. Tapi, kalau kita net antara pengeluaran dan penerimaan, efeknya lebih tinggi penerimaannya,” kata dia.

Suahasil melanjutkan, ada dampak negatif terhadap depresiasi rupiah dalam ekonomi makro. Ini yang perlu diwaspadai oleh pemerintah.

“ Kami tetap perlu mengamati dan memastikan situasinya, bukan hanya APBN, melainkan perekonomian secara keseluruhan. Bagaimana dampaknya ke variabel ekonomi makro yang lain. Misalnya, inflasi bagaimana, kondisi masyarakat jadi seperti apa, kondisi BUMN seperti apa. Itu terus yang menjadi perhatian kami,” kata dia.

Suahasil mengatakan, pemerintah tetap memantau pergerakan kurs dolar sampai nantinya diperlukan langkah-langkah lanjutan untuk bisa mengendalikan hal ini.

“ Tapi, yang namanya pergerakan, kurs juga bergerak sepanjang hari. Jadi, kami perhatikan terus,” kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More