Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Skandal dunia keuangan konvensional telah memicu pertumbuhan bisnis perbankan Islami yang melarang bunga pada pinjaman.
Para ahli bahkan yakin munculnya keraguan soal etika keuangan global bisa menguntungkan sektor perbankan Islami.
Para pendukung mengklaim sistem keuangan syariah lebih beretika dibandingkan keuangan tradisonal. Selain melarang bunga, bank dan bisnis yang menerapkan sistem Islam ini harus benar-benar patuh pada syariah.
Sekjend asosiasi investasi syariah di negara timur tengah, Gulf Asia Sharia Compliant Investment Association, Raj Mohamad mengatakan, " Kami mendapatkan posisi menarik ketika bank konvensional saat ini menderita akibat skandal," katanya saat berbicara dalam konferensi keuangan Islam di Singapura, mengutip laman voanews, Senin, 9 November 2015.
Menurut Mohamad, bisnis keuangan syariah tidak pernah menjual Islam. " Kami menjual akuntabilitas dan transparansi, serta aktivitas riil ekonomi," tegasnya.
Faktor lain yang mendorong pertumbuhan keuangan syariah adalah tumbuhnya ekonomi negara-negar Asia Tenggara. ASEAN merupakan kelompok dagang 10 negara dengan 635 juta penduduk.
Dubes Malaysia untuk AS, Awang Adek Hussin mengatakan, 40 persen dari populasi ini adalah muslim.
" Permintaan dan pertumbuhan keuangan syariah di negara ASEAN akan terus tumbuh," kata Hussin.
Apalagi tahun ini negara ASEAN telah berkomitmen untuk melaksanakan perdagangan bebas di antara negara Asia Tenggara. Langkah ini diyakini bisa membua keuangan syariah makin berkembang.
Namun Clement Henry, profesor tamu di National University of Singapore mengakui keuangan Islami mendapatkan konotasi kurang beruntung. Sistem ini selalu dikaitkan dengan politik Islami yang berujung pada aksi terorisme.
Namun diakuinya, orang-orang yang bekerja di keuangan syariah sama sekali tak terdorong oleh keinginan politis. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
