BRI-Muamalat Kerja Sama Jual Beli Uang Kertas Asing

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 13 Oktober 2021 19:36
BRI-Muamalat Kerja Sama Jual Beli Uang Kertas Asing
Arab Saudi telah membuka kembali pintu ibadah umroh bagi jemaah Indonesia.

Dream – Pintu ibadah umroh bagi jemaah asal Indonesia dibuka kembali pada 8 Oktober 2021, sehingga kebutuhan mata uang asing pun diprediksi bakal meningkat.

Untuk mengantisipasi kebutuhan uang kertas asing yang meningkat, PT Bank Muamalat Tbk menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk transaksi jual beli uang kertas asing (banknotes).

Division Head International Business BRI, Trihartono, mengatakan, kerja sama itu merupakan salah satu cara untuk memperluas pasar.

“ Kami berharap kerja sama strategis ini dapat berjalan dengan sukses dan berkelanjutan,” kata Trihartono dalam keterangan tertulis, Rabu 13 Oktober 2021.

BRI sudah menjalankan bisnis money changer sejak 2011. Bank ini telah melayani jual beli 22 mata uang kertas asing di seluruh unit kerjanya. Ada 1.000 outlet BRI, termasuk tujuh unit di bandara utama di Indonesa, serta dua di lokasi pariwisata, yaitu di Ngurah Rai, Bali, dan Labuan Bajo.

Untuk uang kertas riyal, bank BUMN ini telah mendistribusikannya ke 19 embarkasi haji di seluruh Indonesia selama enam tahun. Transaksi jual beli uang kertas mata uang asing itu bisa dilakukan di unit kerja BRI dan Muamalat dengan cepat, mudah, aman, serta dapat menggunakan mekanisme same currency.

Head of Global Market Bank Muamalat, Moh. Madina Hendrik Soe’oed, mengapresiasi kerja sama ini. Menurut dia, masing-masing bank punya keunggulan sendiri. Misalnya, Muamalat yang punya basis nasabah yang loyal dan luas.

“ Insya Allah kerja sama ini akan berjalan lancar dan dapat berlanjut dalam lingkup yang lebih luas lagi,” kata Hendrik.

1 dari 4 halaman

PPA-BPKH Kelola Aset Berkualitas Rendah Milik Bank Muamalat

Dream – PT Bank Muamalat Tbk mengalihkan pengelolaan aset-aset berkualitas rendah kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Serah terima pengelolaan ini tercipat setelah adanya kerja sama antara tiga lembaga tersebut yang disaksikan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Selain menjadi salah satu amanat dari Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, Erick mengatakan kerja sama ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan, BPK RI, dan Masyarakat Ekonomi Syariah. Pihaknya juga terbuka untuk saling berbagi keahlian.

 

© Dream

 

“ Tentu kami sangat terbuka untuk terus menjadi bagian dari Bank Muamalat, misalnya sharing expertise dan benchmarking, bagaimana Bank Syariah Indonesia yang kami miliki dan Bank Muamalat bisa berjalan seiring,” kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian BUMN, Kamis 16 September 2021.

Erick mengharapkan kerja sama di ekosistem ekonomi syariah tidak berhenti sampai di sini karena masih ada target-target yang harus dicapai, misalnya investasi pembangunan rumah haji di Mekkah.

“ Selama ini, kita terus membuka pembicaraan dan mudah-mudahan kita, Kementerian BUMN dan BPKH bisa berjalan seiring, Insya Allah kerja sama ini berlanjut tidak hanya hari ini, tetapi di masa-masa yang akan datang,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Apa Bentuk Kerja Samanya?

Sekadar informasi, kerja sama pengelolaan aset berkualitas rendah ini ditandai dengan penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) oleh Direktur Utama PPA, Yadi Jaya, Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana, dan Anggota Badan Pelaksana BPKH, A. Iskandar Zulkarnain.

MRA ini mengatur dan mendokumentasikan keseluruhan tahapan maupun rangkaian transaksi dalam pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat terkait penguatan permodalan Bank Muamalat.

MRA juga mengatur hubungan hukum yang menjadi dasar pelaksanaan transaksi yang akan dilakukan secara terpisah di kemudian hari, antara lain, penerbitan dan pembelian instrumen berbasis syariah (sukuk), dan perjanjian pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

“ Terima kasih atas dukungan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham kepada PT PPA untuk dapat menjalankan perannya sebagai pengelola aset berkualitas rendah Bank Muamalat, sehingga Bank Muamalat dapat berfokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Yadi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pangsa pasar perbankan syariah Indonesia pada tahun 2020 baru mencapai 6,51 persen, sehingga masih memiliki ruang yang luas untuk bertumbuh di masa depan. Sebagai bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

3 dari 4 halaman

Penguatan Struktur Permodalan

Permana mengatakan sinergi antara Bank Muamalat, BPKH, dan PPA ini merupakan upaya penguatan struktur permodalan bank dengan mengelola aset pembiayaan.

“ Insya Allah, Bank Muamalat ke depan dapat bertumbuh dengan model bisnis yang lebih baik lagi sebagai salah satu lokomotif industri perbankan syariah dan memajukan pelayanan ibadah haji di Indonesia,” kata dia.

Sesuai Undang-Undang No. 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, Bank Muamalat merupakan salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), yang terdaftar di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama Republik Indonesia.

“ BPKH mendukung Bank Muamalat untuk mengoptimalkan pelayanan haji kepada masyarakat Indonesia. BPKH berkomitmen penuh untuk mendukung terlaksananya rangkaian transaksi ini melalui investasi strategis di Bank Muamalat dengan mengedepankan aspek keamanan, kehati-hatian, dan profesionalitas untuk menghasilkan nilai manfaat bagi jamaah haji,” kata Zulkarnain.

4 dari 4 halaman

Harapan OJK: Dorong Transformasi ke Digital Banking

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh harapan yang tinggi terhadap pemulihan kondisi permodalan Bank Muamalat Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, akan ikut mengawal babak baru pengelolaan Bank Muamalat. Bank ini memiliki basis nasabah yang loyal dan dengan kondisi neraca dan keuangan yang semakin sehat.

“ Maka. kesempatan untuk berkembang lebih luas termasuk melayani masyarakat memanfatkan layanan dan produk keuangan syariah,” kata Wimboh di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis OJK.

Daya tahan bank ini telah teruji sehingga ini menjadi keyakinan tersendiri bagi otoritas agar manajemen menjaga amanah ini dengan baik. Wimboh mendorong transformasi perbankan syariah di Indonesia menjadi digital syariah bank, sehingga memiliki nilai tambah dalam persaingan terutama juga untuk investor mengembangkan keuangan syariah di Indonesia.

“ Ke depan bank ini dapat menjadi role model bank syariah dalam memberikan layanan keuangan syariah dengan kualitas terbaik, konsep bagi hasil yang lebih kompetitif serta didukung managemen yang profesional dan integritas tinggi,” kata dia.

Beri Komentar