Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Muliaman D Hadad Saat Buka Bersama Media (Dream.co.id/Arie D Budiawati)
Dream - Masa jabatan dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah pimpinan Muliaman D. Hadad, akan segera berakhir. Nantinya, otoritas ini akan dipimpin oleh Wimboh Santoso untuk periode 2017-2022.
Dalam acara buka puasa bersama media, Muliaman berkisah tentang pengalamannya menjabat sebagai pimpinan OJK. Dia berkata otoritas ini dibentuk tahun 2011, namun dewan komisionernya baru ada tahun 2012.
Selama lima tahun menjabat, ada banyak hal yang berkesan baginya. Salah satunya adalah pembayaran gaji yang telat hingga tiga bulan.
"Gaji dewan komisioner, kalau nggak salah, tiga bulan pertama nggak dibayar, tapi dirapel," kata Muliaman di Jakarta, Senin 12 Juni 2017.
Selain itu, dia juga harus membenahi OJK, termasuk aturan. Muliaman mengaku peraturan pertama yang dibuat OJK adalah aturan tata cara rapat.
"Dulu, belum ada POJK. POJK yang pertama adalah tata tertib rapat, seperti bagaimana rapat diselenggarakan," kata dia.
Muliaman juga mengatakan bahwa tahun awal OJK berdiri, otoritas keuangan ini belum punya gedung sendiri. Dia berkata bahwa gedung OJK masih terpisah, misalnya bagian pengawasan perbankan ada di kompleks BI serta bagian pasar modal dan industi keuangan non perbankan (IKNB) ada di daerah Lapangan Banteng. Bahkan, OJK sempat menyewa kantor di Gedung Bidakara, Jakarta.
"Kami pindah-pindah gedung. Dulu di BI lantai 25, terus pindah ke Bidakara. Kami belum punya kantor pusat," kata dia.
Muliaman melanjutkan, pada awal berdiri, OJK belum punya infrastruktur pendukung. Mereka mendapatkan bantuan dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Untuk sumber daya manusianya, OJK punya 1.200 orang dari BI dan 400 orang dari Kementerian Keuangan.
Kini, dia bisa berbangga hati. Selain jumlah karyawan meningkat menjadi 4 ribu karyawan, instansi pemerintah ini juga diminati banyak orang. Hal ini terlihat dari 120 ribu orang pelamar yang bersaing untuk memperebutkan 400 posisi di OJK.
"Dulu, fokus utama kami di kantor cabang adalah pengawasan perbankan. Kini, sudah 'berwarna'. Ada edukasi, pasar modal, dan lain-lain. Intinya, perjalanan panjang," kata dia.(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
