Ilustrasi (nytimes.com)
Dream - Untuk pertama kalinya dalam sejarah Tiongkok, sebuah perusahaan pelat merah Tiongkok bakal mencari pendanaan syariah. Tak tanggung-tanggung dana yang diincar sebesar US$ 300 juta atau Rp 4,12 triliun.
Pembiayaan ini akan diperoleh dari surat utang syariah (Sukuk) yang rencananya diterbitkan pada kuartal pertama tahun depan.
Penerbitnya adalah unit usaha dar perusahaan investasi Sinchuan Development Holding Co (SDH).
Mengutip laman Zawya, Kamis, 26 November 2015, SDH sebetulnya menargetkan pencarian utang syariah hingga US$ 1 miliar. Program penerbitan sukuk ini akan dilakukan bertahao.
Selain menjadi yang pertama diantara BUMN Tiongkok, penerbitan sukuk SDG ini juga akan menambah deretan sukuk yang pernah diterbitkan perusahaan di daratan Tiongkok.
Bobby Tan, advisor dari Silk Routers Financials, mengatakan pembiayaan selama tiga tahun ini akan diterbitkan melalui unit usaha SDH.
Dilaporkan telah ada lima lembaga pengelola keuangan dari Malaysia dan Singapura yang berharap bisa menangani penerbitan tersebut.
" Setelah penerbitan ini, mereka ingin juga membuat pinjaman jangka menengah (medium term note/MTN) senilai US$ 1 miliar," ujar Tan.
Kemungkinan besar MTN ini akan diterbitkan di Singapura. " Mereka ingin menjadi yang pertama di pasar," katanya.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global