Demam Batu Akik Ikut Landa Kalangan Pejabat Negara

Reporter : Ramdania
Kamis, 11 Juni 2015 15:15
Demam Batu Akik Ikut Landa Kalangan Pejabat Negara
Hobi baru masyarakat Indonesia, dari rakyat jelata hingga pejabat negara.

Dream - Demam batu akik telah merambah di kalangan pejabat negara. Para petinggi ini mulai tertarik dengan hasil alam Indonesia yang khas itu. Mereka tidak hanya membeli, tetapi juga mempromosikannya di mancanegara.

Kini, batu akik menjadi suvenir bagi para tamu negara atau hadiah bagi kepala negara ketika para pejabat RI berkunjung.

Berikut beberapa pejabat negara yang ikut terserang demam batu akik, yang secara tidak langsung menularkannya ke banyak pihak:

1 dari 5 halaman

Cincin Batu Akik Terbesar Fadli Zon

Cincin Batu Akik Terbesar Fadli Zon

Dream - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon memiliki batu akik yang mendapatkan penghargaan MURI. Batu akik ini merupakan Panca Warna asli Garut, Jawa Barat.

Mengapa masuk MURI? Batu akik milik Fadli Zon ini sudah disematkan pada sebuah cincin dengan berat 70 kg dan berdiamater 50 cm.

Selain cincin batu akik terbesar itu, Wakil Ketua Gerindra ini mengaku mengoleksi 700 batu sejak memulai hobinya pada tahun lalu.

Beberapa koleksi batu akik miliknya seperti panca warna, kalsedon, akik merah putih, sulaiman madu, bulu monyet, kecubung kalimantan, sepiritus, merah siam, fosil kayu logas, pancar motif, sulaiman susu, red borneo, bacan serat emas, sampai extra joss.

2 dari 5 halaman

Menteri RI Bagi-Bagi Batu Akik di Swiss

Menteri RI Bagi-Bagi Batu Akik di Swiss

Dream - Demam batu akik sepertinya masih terus berlanjut. Seakan tak ingin ketinggalan momentum, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakiri ikut antusias memperkenalkan eksotisme batu akik asal Indonesia ke mancanegara.

Seperti dikutip dari laman situs Kementerian Tenaga Kerja, Kamis, 11 Juni 2015, saat melakukan pertemuan dengan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN di sela-sela rangkaian kegiatan International Labour Conference (ILC) ke -104 di Jenewa, Swiss, Hanif memberikan hadiah cenderamata khusus berupa cincin batu akik kepada semua anggota delegasi.

" Kita ingin batu akik asli Indonesia ini semakin terkenal di dunia. Oleh karena itu, setiap keluar negeri saya pasti membawa batu akik untuk dibagi-bagikan kepada kolega-kolega pemerintah di luar negeri, " kata Hanif.

Beragam batu akik yang dibagi-bagikan Hanif kepada anggoa delegasi ASEAN, antara lain Akik Bacan Maluku, Pancawarna Garut, Lavender Lampung, Giok Aceh, Rafflesia Bengkulu, Kecubung Kalimantan, Kalimaya, dan lain-lain.

Dalam kesempatan itu, Hanif membagikan suvenir batu akik kepada semua anggota delegasi dan meminta mereka untuk langsung mengenakannya di jari. Tak sampai di situ, para anggota delegasi pun diminta untuk foto bersama sambil memamerkan batu akiknya.

Hanif mengatakan kualitas batu akik asal Indonesia sudah cukup baik dan bisa bersaing dengan berbagai batu mulia dari negara lainnya. Namun untuk menaikkan pamor dan harganya masih diperlukan sentuhan seni dalam cutting, pilihan corak dan warna serta bentuknya untuk menambah keindahan dan daya tariknya.

" Kita bangga batu akik asal Indonesia mulai dikenal oleh bangsa lain. Keberagaman jenis, kejernihan dan warna serta asal batu akik menjadi keunggulan dan daya tarik batu akik asal Indonesia," tandasnya.

3 dari 5 halaman

SBY dan Bu Ani Berburu Batu Akik

SBY dan Bu Ani Berburu Batu Akik

Dream - Hampir semua orang dari anak muda hingga orangtua tengah 'deman' batu akik. Bahkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri, Ani Yudhoyono tak ketinggalan ikut mengkoleksi batu akik.

Keduanya bahkan menyempatkan sedikit waktu untuk berburu batu akik saat pulang ke kampung halaman SBY di Pacitan, Jawa Timur.

Dalam akun instagram-nya, Ani Yudhoyono mengunggah foto dia bersama sang suami tengah berkunjung ke salah satu pusat penjualan batu akik di Pacitan, Jumat 13 Maret 2015.

Di foto itu, ibu Ani tak lupa memulis caption; " Mana yang paling bagus ya? " Pacitan adalah penghasil batu akik jenis Calcedon. #gemstone #Chalcedony #Pacitan #WonderfulIndonesia #IndonesiaKreatif.

Netizen langsung ramai memberikan berbagai komentar. Tak jarang dari mereka melempar candaan. " Mau satu dong bu @aniyudhoyono,"  tulis salah satu netizen.

" Wow pak SBY dan ibu Ani penggemar batu akik juga rupanya. Mantap. Kirimin dong ke saya," kata netizen lainnya menimpali.

Belum lama ini, Ani Yudhoyono sempat membagikan secara gratis batu-batu cantik kepunyaannya. Lewat media sosial Instagram, Ani Yudhoyono menggelar kuis bagi followernya.

Ia juga sempat memamerkan koleksi batu akik, salah satunya memiliki gambar mirip lafaz Allah. 

4 dari 5 halaman

Anak Buah Jokowi Yakin Batu Akik Indonesia Mendunia

Anak Buah Jokowi Yakin Batu Akik Indonesia Mendunia

Dream - Booming bisnis batu akik ternyata tak hanya melanda masyarakat biasa. Seorang menteri kabinet kerja Joko Widodo pun ikut menjadi penikmat dari aksesoris batu yang sebetulnya telah ada sejak lama itu.  

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar yakin bisnis batu akik bisa dikembangkan menjadi industri kerajinan. Sarat dengan kreatifitas masyarakat asli Indonesia, industri ini  dinilainya perlu dijaga.

" Industri kerajinan batu akik, jika di manage secara profesional. Saya kira bisa mendunia," ujar Marwan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Februari 2015.

Menurut Marwan, jika dikelola secara baik, industri batu akik bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah. Bahkan dirinya mengapresiasi sejumlah daerah di Indonesia yang sudah mulai membuat rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Usaha Kerajinan Batu Akik.

" Seperti pemerintah Kabupaten Rokan Hulu yang membuat Perda yang bertujuan melindungi perajin serta cara mengeksploitasi sumber daya alam tersebut," ujar Marwan.

Namun Marwan mengingatkan agar kreatifitas masyarakat dalam membuat batu akik dibarengi aksi menjaga lingkungan dengan yang tidak merusak sumber daya alam lewat eksploitasi secara besar-besaran.

" Jadi harus ada panduan cara pengolahan, dan pemasaran, agar Industri Batu Akik bisa dikembangkan secara profesional," ujarnya.

Diakui Marwan, pengrajin batu Akik di Indonesia hingga kini masih banyak yang bekerja secara manual. Skala industrinya pun baru sebatas industri rumah tangga.

" Ke depan, Industri Batu Akik, harus bisa menjadi lebih profesional dan mengangkat derajat masyarakat desa pengrajin batu akik," imbuhnya.

5 dari 5 halaman

Cerita Pengawalan Batu Akik untuk Tamu KAA

Cerita Pengawalan Batu Akik untuk Tamu KAA

Dream - Konferensi Asia Afrika (KAA) tak hanya memberikan layanan pengamanan superketat atau VVIP kepada kepala negara. Dan Indonesia, terutama polisi dan TNI, sudah memberikan pelayanan pengamanan yang terbaik. Negeri ini patut berterimakasih kepada kedua lembaga negara ini.  Para tamu juga merasa nyaman. 

Pemerintah juga memberikan kado yang tak terlupakan kepada para tamu yang hadir pada hajatan ini. Berupa keping liontin batu akik. 

Karena akan diberikan kepada tamu yang penting, maka liontin batu akik itu juga dikawal ketika diantar ke tempat acara itu. 

Mengutip laman aacc2015, Jumat, 24 April 2015, batu akik pancawarna ini mendapat pengawalan aparat kepolisian dalam perjalanannya dari Garut menuju Bandung.

“ Barang-barang tersebut sifatnya VVIP, karena ini masuk kategori barang kenegaraan. Jangan sampai hilang satu pun,” kata Kasat Lantas Polres Garut, AKP Firman Syafrul.

Delapan polisi dari Polres Garut secara khusus ditugaskan menjaga ratusan batu pancawarna ini selama dalam perjalanan. Pengawalan dipimpin langsung oleh Kapolres Garut AKBP Arif Rachman bersama Komandan Kodim 0611 Garut.

Rencananya, ratusan keping batu mulia itu akan dibagikan gratis sebagai cenderamata bagi ibu negara peserta konverensi. Liontin tersebut berdiameter 3,5 cm dengan ketebalan 8 mm.

Masing-masing batu akik diikat oleh logam titanium berukir. Corak pancawarnanya bergambar mirip pemandangan di pantai, pegunungan dan awan, corak batang kayu, hingga lukisan abstrak.

" Selain itu juga, liontin batu akik ini dilengkapi dengan sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh ahli geologi dari Bandung, Ir Sujatmiko. Dalam sertifikat itu akan disebutkan mengenai asal usul batu liontin,” kata Ketua Paguyuban Lasminingrat Gemstone, Yudi Nugraha.

Beri Komentar