Dihantam Sentimen Global, Indeks Syariah Makin Tertekan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 9 Juni 2015 09:34
Dihantam Sentimen Global, Indeks Syariah Makin Tertekan
Indeks ISSI sempat bergerak menguat namun kembali tertekan aksi jual investor.

Dream - Indeks acuan saham syariah Indonesia kembali tak berdaya menghadapi sentimen negatif kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Pelaku pasar juga tak kunjung mendapatkan sentimen positif dari dalam negeri.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,014 poin ke level 160,985.

ISSI sempat memberi harapan ketika menembus zona hijau. Hingga 15 menit waktu perdagangan, ISSI sempat naik ke level 161,001.

Namun adanya tekanan jual yang masih berat kembali menyeret ISSI masih zona negatif.

Papan perdagangan ISSI masih didominasi saham-saham yang bergerak melemah. Tercatat 106 emiten syariah mengawali perdagangan dari zona merah. Sisanya, 22 emiten ISSI menguat dan 24 lainnya stagnan.

Nasib kurang mujur juga dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sama sekali belum bisa menembus zona hijau.

Ditekan 29 penghuni JII yang melemah, indeks saham unggulan syariah ini dibuka melemah 0,325 poin ke level 672,542.

Hingga 15 menit waktu perdagangan, JII telah terpangkas hingga 13,425 poin (1,99%) ke level 659,442.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada prapembukaan perdagangan BEI melemah 12,75 poin (0,25%) ke level 5.002,23. Sebagian besar indeks acuan melemah pada pra pembukaan.

Penurunan indeks acuan pasar modal Indonesia ini berlanjut di sesi pembukaan ketika IHSG melemah 27,08 poin (0,60%) ke level 4.985,91.

Beri Komentar