Proyek Roket Ke Bulan Membuat Google Tekor.
Dream – Salah satu raksasa teknologi, Google, masih berjuang mengembalikan semua biaya proyek roketnya. Sebab, Alphabet —induk Google— kehilangan hampir US$1,1 miliar atau sekitar Rp14,71 triliun, dari proyek yang dirilis oleh divisi “ taruhan” ini pada kuartal IV tahun 2016.
Pengalaman pahit itu membuat total kerugian yang dibuat oleh divisi ini sebesar US$3,6 miliar atau sekitar Rp48,1 triliun sepanjang 2016.
Dilansir dari CNN Money, Jumat 27 Januari 2017, divisi tersebut juga melakukan proyek uji coba seperti riset sains untuk kehidupan, mobil swakemudi, dan akses internet supercepat.
Semenjak direstrukturisasi sebagai Alphabet, perusahaan didorong supaya lebih disiplin dalam keuangan dan akuntabilitasnya dari risiko permodalan.
Alphabet memang membidik sebuah proyek untuk memberikan akses internet untuk area pedesaan dengan drone bertenaga surya. Karena ada proyek ini, mereka pun menghentikan proyek Google Fiber yang mahal serta memaksa Nest utuk menekan biaya produksi dan membayar sendiri biaya-biaya lainnya, seperti aspek legal.
Pada saat yang sama, perusahaan pindah ke proyek roket. Pada Desember 2016, mereka memisahkan proyek mobil swakemudi ke dalam perusahaan terpisah bernama Waymo dan mulai bekerja sama dengan produsen mobil lainnya.
“ Kami terus mengalibrasi besar dan laju investasi,” kata CFO Alphabet, Ruth Porat.
Meskipun merugi untuk proyek roket ke bulan, Alphabet berhasil meningkatkan pendapatan dari divisi ini secara substansial. Divisi percobaan ini membukukan penjualan sebesar US$808 juta (Rp10,79 triliun). Penjualan ini naik 82 persen datri tahun 2015. Porat mengatakan pertumbuhan penjualan ini berasal dari Nest, Fiber, dan divisi sains.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global