Hari Pertama Seleksi CPNS Dibuka, Pelamarnya Tembus Lebih Dari 35 Ribu Orang. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Pemerintah kembali membuka pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Senin 11 September 2017. Seleksi ini untuk mengisi 17.928 posisi di 61 instansi pemerintah.
Baru sehari dibuka, pendaftaran ini langsung diserbu banyak peminat. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga Senin pukul 15.30 WIB, pelamar membludak mencapai 35.289 orang. Sementara itu, ada 37.156 formasi yang diminati.
Ada lima instansi pemerintah yang paling banyak diserbu peminat. Instansi paling banyak dinikmati adalah Kementerian Keuangan. Kementerian ini diminati 8.314 orang, padahal hanya membutuhkan 2.880 orang.
Posisi ke dua ditempati Kementerian Kesehatan. Kementerian ini membuka formasi 1.000 CPNS, tetapi pelamarnya mencapai 7.537 orang.
Posisi ke tiga adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumlah pelamarnya mencapai 4.103 orang dan mereka harus berebut 300 formasi yang tersedia.
Instansi pemerintah ke empat yang menarik banyak minat pelamar adalah Kejaksaan Agung. Jumlah pelamarnya menembus 1.795 orang, padahal formasi yang dibuka sebanyak 1.000 CPNS.
Kelima adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jumlah pelamar di instansi ini mencapai 1.280 orang, sementara formasi yang tersedia hanya 300 PNS baru.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya