Indeks Syariah Kurang Bertenaga di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 18 Mei 2015 09:43
Indeks Syariah Kurang Bertenaga di Awal Pekan
IHSG pelan-pelan kembali ke zona hijau meski dibuka melemah.

Dream - Minimnya sentimen positif yang diperoleh investor memaksa indeks saham syariah memulai awal pekan di zona merah. Kondisi regional yang bergerak variatif juga membuat pelaku pasar menunggu sinyal jelas.

Pelemahan dua indeks syariah ini terjadi di tengah bursa saham nasional yang justru dibuka menguat. Kembalinya aksi buru saham perbankan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 18 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,194 poin ke level 168,830.

Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI masih belum lepas dari tekanan aksi jual. ISSI masih melemah 0,173 poin (0,10%) ke level 168,851.

Meski melemah, ISSI pagi ini masih didominasi saham-saham yang terkena aksi beli. Tercatat 68 emiten syariah bergerak menguat dan 51 lainnya masih tertekan aksi jual.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 645,35 miliar dengan 3,98 miliar saham syariah berpindahtangan.

Saham-saham bluechips syariah juga tak terlepas dari tekanan aksi jual pasar. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,284 poin ke level 707,567.

Sebanyak 10 emiten unggulan syariah telah beranjak ke zona hijau. Sisanya, 14 emiten bergerak ke zona negatif dan 6 lainnya stagnan.

Sama dengan JII, saham bluechips syariah juga belum bsa keluar dari tekanan. Sampai 30 menit perdagangan, JII terpangkas 1,684 poin (0,24%) ke level 707,167.

Sebaliknya, IHSG yang akhir pekan lalu dilanda tekanan aksi jual justru berbalik menguat. Walaupun IHSG pagi ini dibuka melemah 4,66 poin (0,09%) ke level 5.222,43 di sesi prapembukaan.

IHSG kembali melemah 2,91 poin (0,06%) ke level 5.224,18 di sesi pembukaan. Munculnya aksi beli investor, sukses mengangkat IHSG ke zona hijau. Sampai 30 menit waktu perdagangan, IHSG telah menguat tipis 2,803 poin (0,05%) ke level 5.229,899.

Lantai bursa awal pekan ini masih sepi dari transaksi pelaku pasar. Terbukti dana yang bergulir baru mencapai Rp 837,07 miliar dengan 8,4 miliar saham yang berpindahtangan.

Asing masih belum kunjung kembali ke pasar modal Indonesia. Asing justru mencetak nett sell Rp 14,68 miliar.

Kurs rupiah pagi ini juga tak bisa lepas dari tekanan. Menguat dolar memaksa rupiah bertengger di level 13.117 per dolar AS atau melemah 57 poin (0,44%). Tak hanya rupiah, hampir seluruh mata uang dunia tertekan penguatan dolar AS.

Beri Komentar