Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Zakat.
Dream - Zakat merupakan salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Namun, keberadaan zakat pun belum mampu untuk menekan angka kemiskinan.
Nahdatul Ulama (NU) pun membeberkan penyebab zakat tidak bisa mengeluarkan masyarakat dari jurang kemiskinan.
" Mayoritas penyaluran zakat yang ada sekarang ini adalah konsumtif," kata Ketua Baznas Kota Malang, Fauzan Zenrif, dalam sarasehan ilmiah di Pati, Jawa Tengah, dilansir dari situs NU, Senin 9 Mei 2016.
Fauzan mengatakan sekali zakat diberikan, tugas amil zakat seolah-olah rampung. Amil zakat tidak memantau secara kontinu nasib orang miskin penerima zakat. Pola semacam ini sulit diharapkan bisa membawa perubahan signifikan dalam peningkatan ekonomi umat.
" Mereka akan tetap miskin dan tertinggal," kata dia.
Fauzan mencontohkan, Baznas Malang punya pendapatan sebesar Rp3 miliar per tahunnya dan mampu memberdayakan orang-orang miskin sebanyak 8 ribu orang dengan berbasis komunitas.
Orang-orang miskin ini dibuatkan komunitas tertentu untuk meningkatkan produktivitasnya, sehingga mereka bisa berdaya, baik secara mental maupun finansial.
Misalnya, ada komunitas petani, komunitas industri rumahan, komunitas kerajinan, dan komunitas lain dibentuk untuk mengkoordinasi dan mendorong transformasi pemikiran dan keahlian.
" Mereka bisa bersinergi dan berkelindan dalam mencukupi kebutuhan komunitas," kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya