Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Express Group Mengalami Masalah Keuangan. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Kabar mengejutkan berasal dari salah satu perusahaan taksi di Indonesia, PT Express Transindo Utama (Express Group). Perusahaan ini mengalami masalah keuangan.
Oleh karena itulah, manajemen perusahaan terpaksa memangkas 250 orang karyawannya.
Corprate Secretary Express Group, Megawati Affan, mengatakan pengurangan ini dilakukan sampai dengan periode Juni 2017. Pemberhentian ratusan orang karyawan ini didorong oleh dua faktor, yaitu diskon setoran harian pengemudi mitra dan keberadaan taksi online.
“Tingkat utilitas armada taksi mengalami penurunan karena adanya peralihan ke jasa transportasi berbasis aplikasi,” kata Megawati di Jakarta, Kamis 5 Oktober 2017.
Tak dapat dipungkiri keberadaan transportasi berbasis aplikasi ini menurunkan pendapatan taksi reguler seperti Express. Buktinya, pendapatan Express sampai semester I 2017 turun 58 persen dari Rp374,06 miliar pada semester I 2016 menjadi Rp158,74 miliar. Untuk bisnis penyewaan taksi, pendapatan yang diraup perusahaan turun 60 persen menjadi Rp134,02 miliar.
Express bukan satu-satunya perusahaan taksi yang terkena dampak keberadaan perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi. Ada 31 perusahaan taksi yang gulung tikar karena tergerus dengan perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi, seperti Sri Medali yang dulunya punya 500 armada, kini hanya memiliki 5 armada.
Bagaimana dengan Blue Bird? Meskipun ada persaingan dengan taksi online dan layanan transportasi berbasis aplikasi lainnya, perusahaan ini belum mau memangkas jumlah karyawannya.
Head of Public Relation Blue Bird, Teguh Wijayanto, mengatakan pihaknya meningkatkan layanan untuk menekan laju jasa transportasi berbasis teknologi. Misalnya, mereka meningkatkan kualitas sopir dan kendaraan.
“Kalau untuk kendaraan, mobilnya harus terawat dan bersih,” kata Teguh kepada Dream.
Dia berkata perusahaan juga melakukan inovasi-inovasi, seperti melakukan kerja sama dengan pihak-pihak untuk mempermudah pemesanan taksi, seperti mal dan hotel.
“Kami juga bisa diakses dari berbagai channel,” kata Teguh. (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?