Mengintip Peluang Bisnis Rumah Sakit Halal dan Perbedaannya

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 14 November 2019 19:36
Mengintip Peluang Bisnis Rumah Sakit Halal dan Perbedaannya
Kini, rumah sakit di Indonesia sedang menuju ke arah syariah.

Dream - Gaya hidup halal kini tak hanya digemari oleh Muslim. Para perbisnis berlomba-lomba melabeli produknya dengan halal, mulai dari pakaian sampai makeup.

Tak cuma produk, perusahaan yang menawarkan jasa pun mulai banyak yang menerapan prinsip halal dalam praktiknya. Salah satunay adalah rumah sakit berlabel halal.

Kini pengelola rumah sakit di Indonesia juga sedang menuju ke arah syariah yaitu dengan mengantongi sertifikat rumah sakit halal. Peluang ini ditangkap oleh industri keuangan syariah, termasuk PT BNI Syariah.

General Manager Medium Enterprise Division BNI Syariah, Supriono, mengatakan prospek rumah sakit halal di Indonesia sangat terbuka. Apalagi, ini didukung dengan jumlah mayoritas penduduknya muslim.

" Penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan prinsip syariah berpedoman pada fatwa DSN MUI tanggal 1 Oktober 2016," ujar Supriono dalam acara ISEF di JCC, Jakarta, Kamis 14 November 2019. 

 Bagaimana prospek rumah sakit halal di Indonesia?

Supriono mengatakan ada 2.813 rumah sakit di Indonesia dan didominasi oleh swasta. Selama enam tahun, ada penambahan rumah sakit sebanyak 763 unit.

“ Saat ini, baru ada 18 rumah sakit halal se-Indonesia,” kata dia. 

Peluang rumah sakit halal untuk berkembang masih sangat besar. Apalagi, mengingat pasar halal yang menggiurkan.

Pasar industri halal dunia pada 2017 mencatat nilai sebesar US$2,1 miliar (Rp29,57 triliun) dan diprediksi akan mencapai US$3 miliar (Rp42,24 triliun) pada 2023.

1 dari 5 halaman

Terganjal Gender dan Ketersediaan Obat

Supriono melanjutkan ada tantangan yang harus dihadapi oleh rumah sakit untuk mendapatkan label halal, yaitu ketersediaan dokter dan perawat yang harus melayani pasien dengan gender yang sama.

“ Pelayanan sesuai syar'i. Misalnya pasien wanita harus dilayani perawat dan dokter wanita,” kata dia.

Selain itu, diakui Supriono, kesulitan rumah sakit halal juga untuk menyediakan obat yang 100 persen halal. “ Obat-obatan, cukup susah karena untuk sertifikasi halal susah,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Situs Warisan Dunia Mejeng di Kartu Pembiayaan Terbaru BNI Syariah

Dream - Indonesia patut berbangga dengan dikukuhkannya pertambangan batu bara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tahun ini. Status tersebut dapat mengangkat citra Indonesia di mata dunia, khususnya pariwisata.

Sebagai wujud kebanggaan, BNI Syariah ini menghadirkan produk terbarunya berupa kartu pembiayaan iB Hasanah Card Platinum. Kartu yang diluncurkan bersamaan dengan gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 12 November 2019 ini memajang potret Tambang Ombilin dan logo Mastercard di bagian muka.

 

 

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan pihaknya selalu akan terlibat dalam upaya mendorong semakin berkembangnya ekosistem halal.

" Salah satunya dari sektor pariwisata melalui produk kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card," kata Firman melalui keterangan tertulis diterima Dream.

BNI Syariah mencatat pembiayaan dari Hasanah Card hingga September 2019 sebesar Rp868 miliar. Nilai outstanding pembiayaan mencapai Rp358 miliar dengan jumlah kartu sebanyak 300 ribu unit.

3 dari 5 halaman

Kerja Sama Genjot Wisata Halal

Tambang Ombilin dipilih untuk menggenjot destinasi dan SDM pariwisata halal di Sumatera Barat. Juga untuk mengangkat nilai pariwisata di kawasan Sawahlunto sebagai situs warisan dunia.

Vice President Mastercard Worldwide, Tommy Singgih, mengatakan inovasi teknologi diperlukan bank syariah untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

" Ke depan, transaksi non-tunai di Indonesia diproyeksi akan meningkat," kata Tommy.

Selain meluncurkan kartu pembiayaan, BNI Syariah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sawahlunto. Kerja sama ini mencakup beberapa hal termasuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pengusaha industri pariwisata.

" Untuk mengembangkan pariwisata halal, diperlukan (kerja sama) pemerintah daerah dengan lembaga keuangan, terutama meningkatkan kunjungan wisata dan transaksi yang didukung dengan kemudahan sistem pembayaran," kata Walikota Sawahlunto, Deri Asta.

4 dari 5 halaman

Sasar Bisnis Mikro, BNI Syariah Gandeng Ammana Fintek Syariah

Dream – PT BNI Syariah—PT Ammana Fintek Syariah menjalin sinergi untuk penyaluran pembiayaan bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah. BNI Syariah berharap kerja sama ini bisa membuka peluang sinergi dengan penyalur pembiayaan lainnya kepada usaha mikro dan kecil.

“ Kerja sama ini diharapkan bisa membuka peluang bisnis dengan fintech, lembaga keuangan syariah, Baitul Maal Wattamwil (BMT), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan koperasi syariah untuk penyaluran pembiayaan usaha mikro dan kecil,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) BNI Syariah, Iwan Abdi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 8 November 2019.

Lewat kerja sama ini, BNI Syariah akan menyediakan akses pembiayaan, melakukan analisis, verifikasi serta filter/scoring awal terhadap mitra yang akan dibiayai berdasarkan rekomendasi Ammana Fintek.

Sebaliknya Ammana Fintek akan menjamin pengelolaan/maintain account, monitoring dan collection terhadap pembiayaan yang disalurkan dan mendapatkan pendapatan fee atau ujroh.

BNI Syariah sengaja menyasar kerja sama dengan Ammana karena dianggap sejalan dengan visi bank untuk mengembangkan UMKM.

Direktur Utama Ammana, Lutfi Adhiansyah, mengharapkan pelaku usaha kecil bisa berkembang dan meningkatkan bisnisnya setelah adanya kerja sama ini. Lebih jauh, perusahaan berharap literasi dan inklusi keuangan syariah akan semakin luas.

Lutfi menjelaskan aplikasi Ammana saat ini sudah diunduh lebih dari 10 ribu pengguna.

Sekadar informasi, BNI Syariah sudah pernah mengadakan kerjasama dengan Ammana Fintek, yaitu dalam hal aspek know your customer (KYC), fasilitas esscrow account, virtual account, pemanfaatan rekening dana lender (RDL) melalui BNI Syariah, dan mengenai kolaborasi Forum Wakaf Produktif (FWP).

Sampai September 2019, realisasi pembiayaan mikro BNI Syariah sebesar Rp1,61 triliun naik 19,42 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding periode sama 2018 sebesar Rp1,35 triliun. Mayoritas penyaluran pembiayaan mikro ini adalah ke usaha pertanian, peternakan dan usaha kecil lainnya.

5 dari 5 halaman

BNI Syariah Eksekusi 3 Proyek di Fesyar Indonesia 2019

Dream – PT BNI Syariah mengeksekusi tiga project business matching di Festival Ekonomi Syariah (FEsyar) Indonesia di Surabaya, Jawa Timur. Proyek-proyek yang berhasil digolkan adalah penberian fasilitas rekening gaji atau payroll kepada PT PLN (Persero), keikutsertaan dalam pembiayaan sindikasi syariah kepada PLN, dan pembiayaan modal kerja kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 8 November 2019, Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, mengharapkan business matching bisa menyasar kepada potensi bisnis payroll dan pembiayaan.

“ Diharapkan ke depannya kerja sama ini bisa meningkatkan sustainable growth bisnis BNI Syariah,” kata Dhias di Jakarta.

Dia mengatakan, kerja sama dengan PLN, misalnya, memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini disebabkan oleh total pegawai tetap PLN saat ini sebanyak 44.236 pegawai tetap dan 101 ribu outsourcing plus anak usaha.

Saat ini, sudah ada 700 pegawai PLN yang sudah menggunakan tabungan BNI Syariah. Menurut Dhias kerjasama dengan PLN ini juga membuka peluang bisnis lain yaitu pembiayaan konsumer.

Business matching lain yang dilakukan BNI Syariah dalam acara FESyar 2019 adalah terkait pemberian fasilitas pembiayaan syariah kepada masyarakat Pra Sejahtera Binaan PNM melalui program MekaaR (Membangun Ekonomi Keluarga Sejahtera) syariah.

Sekadar informasi, FESyar merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia. Acara ini juga merupakan sarana mempromosikan kegiatan ekonomi syariah. Di FEsyar, pelaku usaha syariah dan lembaga keuangan syariah, baik skala regional maupun nasional, dipertemukan sehingga akses pembiayaan bisa ditingkatkan.

Kegiatan FESyar Indonesia 2019 merupakan bagian dalam acara Road to ISEF 2019. Dalam FESyar Surabaya ini terdapat beberapa agenda Shari’a Economic Forum (rangkaian seminar bertemakan ekonomi, keuangan dan edukasi Islami) dan Shari’a Economic Fair (talkshow, lomba, expo produk unggulan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting