Jumpalitan di Sesi Pertama, Indeks Syariah Gugur di Awal Pekan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 23 September 2019 16:41
Jumpalitan di Sesi Pertama, Indeks Syariah Gugur di Awal Pekan
Dolar AS malah jadi perkasa.

Dream - Investor enggan melantai di bursa pasca pembicaraan perdagangan di Washington DC antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Isu Perang Dagang yang selalu mencemaskan pelaku pasar ini membuat investor menahan diri terjun ke pasar modal, termasuk pasar modal syariah.

Aksi wait and see pelaku pasar ini membalikkan laju indeks saham yang sempat bergerak naik di awal sesi perdagangan.  Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 23 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,141 poin (0,59%) ke level 189,798.

ISSI bergerak fluktuatif di awal sesi perdagangan saat berulang kali bolak-balik zona hijau. Puncaknya terjadi satu jam jelang sesi pertama berakhir. Tekanan jual sudah tak mampu lagi ditahan ISSI yang akhirnya menutup perdagangan sesi pagi di zona merah.

Memasuki sesi kedua, laju ISSI sudah tak mampu lagi menahan tekanan jual investor. ISSI mendekam lemah hingga sesi perdagangan awal pekan ini berakhir. 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70 pun serupa. Indeks JII merosot 3,281 poin (0,47%) ke 691,750 dan JII70 melemah 1,389 poin (0,59%) ke 234,116.

Adanya aksi tunggu investor jelang pertemuan AS-Tiongkok ini membuat IHSG ikut terkoreksi. Indeks acuan BEI ini terpangkas 25,274 poin (0,41%) ke level 6.206,199.

1 dari 5 halaman

Saham Industri Dasar dan Properti Dijual

Investor lebih banyak menjual saham industri dasar, properti, dan manufaktur. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,72 persen, 1,65 persen, dan 0,62 persen.

Indeks industri aneka malah terangkat 0,59 persen dan keuangan 0,03 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya melesat Rp1.150, GMTD Rp925, BRAM Rp575, AMFG Rp150, dan MDKA Rp125.

Sebaliknya, emiten syariah yang menghuni posisi top loser kali ini adalah EMTK yang harga sahamnya terkoreksi Rp490, SMGR Rp350, TCPI Rp325, POLL Rp150, dan AALI Rp125.

Pada pukul 16.03, rupiah terkoreksi terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS menguat 31 poin (0,22 poin) ke level Rp14.086 per dolar AS.(Sah)

2 dari 5 halaman

Penurunan BI Rate Tak Mampu Angkat Indeks Syariah

Dream - Kabar baik kpeutusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,25 persen direspons dingin pelaku pasar. Sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk indeks saham syariah, justru bergerak melemah.

Selain memantau hasil Rapat Dewan Gubernur BI, investor juga masih mengikuti kabar terbaru dari rilis pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 19 September 2019 Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,981 poin (0,51%) ke level 191,081. ISSI hanya bergerak menguat di menit awal perdagangan

 

© Dream

ISSI dibuka menguat ke level 192,170 di ses pra-pembukaan dan masih melaju naik ke level 192,279. Puncaknya ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 192,488 di satu menit usai bel tanpda perdagangan dimulai.

Namun penguatan itu berlangsung singkat. Investor gencar melakukan aksi jual saham dan menyeret ISSI jatuh ke zona merah. ISSI melemah ke level terendah di 190,909.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang terpangkas 6,552 poin (0,94%) ke level 693,627.

Sementara indeks JII70 merosot 1,928 poin (0,81%) ke levl 235,406. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 32,136 poin (0,51%) ke level 6.244,470.

3 dari 5 halaman

Banyak Investor Lepas Saham Pertanian

Para penanam modal ramai-ramai melepas sahamnya di sektor pertanian, industri aneka, dan pertambangan. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,44 persen, 1,19 persen, dan 1,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya menguat Rp325, GHON Rp250, SILO Rp175, TCPI Rp175, dan MAPA Rp150.

Sebaliknya, harga saham UNTR melemah Rp775, TCID Rp400, SMGR Rp375, AALI Rp300, dan FASW Rp300.

Penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) justru mengerek nilai tukar rupiah. Pada 16.10, nilai tukar dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp14.055.(Sah)

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah dan Rupiah Kompak Menguat

5 dari 5 halaman

Investor Kembali Pede

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada Rabu 18 September 2019. Mayoritas indeks sektoral menguat, kecuali sektor pertambangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,815 poin (0,43%) ke level 192,062. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka memerah di 191,183.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,257 poin (0,32%) ke level 700,179.

© Dream

Indeks JII70 menguat 1,204 poin (0,51%) ke level 237,334.

‌Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 39,943 poin (0,64%) ke level 6.276,633.

Beri Komentar