Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Freepik.com
Dream - Siapa di antara Sahabat Dream yang masih menggosok gigi secara keras dan kencang sampai terkadang menabrak gusi? Tahukah kamu jika teknik tersebut bisa berakibat gigi dan bagian gusi malah menjadi rusak.
Menyikat gigi merupakan rutinitas yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Tidak hanya membuat gigi bersih dan menghilangkan bau mulut, menyikat gigi dengan cara yang benar juga dapat mengurangi risiko terkena gigi sensitif.
Tak hanya membuat gigi dan gusi rusak, menyikat gigi dengan kencang tak menjamin kotoran akan terangkat.
" Kadang kan orang kalau sikat gigi tuh menggosoknya agak kencang karena menurut mereka sudah benar. Padahal itu belum tentu bersih. Karena terlalu kencang justru bisa merusak gigi. Kita harus ubah pola pikir kita," kata dokter spesialis gigi, drg. Nadia Widjaja dalam media briefing bersama Philips Indonesia di Jakarta, Selasa, 26 Juli 2022.
Menurut drg. Nadia, arah sikat juga harus tepat. Saat ini, kebanyakan orang menyikat gigi dengan arah gerakan dari atas ke bawah atau ke kanan dan ke kiri. Cara tersebut tidak tepat dan kurang efektif untuk membersihkan gigi.
Ia menjelaskan cara mengarahkan sikat gigi yang benar yakni dengan membuat gerakan memutar dan tidak ditekan terlalu kencang.
" Sikat gigi ke seluruh permukaan, ke sela-sela gigi, lalu kumur. Juga jangan lupa pilih sikat harus benar. Pilih sikat gigi yang kepala sikatnya kecil dan permukaan bulunya harus yang lembut," sarannya.
Menurutnya, arah menyikat gigi dari atas ke bawah justru dapat membuat gigi abrasi.
" Kalau sikat gigi atas ke bawah tuh malah buka gusi, jadi malah abrasi. Abrasi itu kaya 'kok gigi gue makin panjang ya' karena lama-lama gusinya terkikis. Terus kalo ketiup angin aja, gigi rasanya kaya ngilu banget," tambahnya.
Sebagai satu produsen elektronik yang sudah memiliki pengalaman selama puluhan tahun, Philips meluncurkan produk sikat gigi elektrik yang diberi nama Sonicare seri 1000 dan 3000.
Sikat gigi elektrik tersebut telah hadir secara global sejak 30 tahun lalu dan diklaim mampu membersihkan gigi dan gusi dengan lebih efisien dan tetap lembut.
“ Dengan Teknologi Sonicare yang canggih sampai 31 ribu sapuan kuas per menit, sikat gigi ini dapat membersihkan gigi anda dengan lembut,” kata President Director Philips Indonesia Pim Preesman.

Pim mengatakan Sikat gigi elektrik dapat menghilangkan plak hingga tiga kali lebih baik dari pada sikat gigi manual.
Sikat gigi elektrik ini juga dilengkapi dengan teknologi smart timer dua menit sebagai pengatur waktu untuk pembersihan mulut yang menyeluruh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sikat gigi elektrik mengurangi plak pada gigi lebih baik daripada sikat gigi biasa.
Selain itu, Philips menyebut bahwa sikat gigi elektrik menghasilkan 22 persen lebih sedikit resesi gusi dan 18 persen lebih sedikit kerusakan gigi selama 11 tahun, sehingga dapat mendukung masyarakat untuk mewujudkan kesehatan personal mereka menjadi kenyataan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya