Beda Nasib Saham Perusahaan Sandiaga VS Erick Tohir Jelang Putusan MK

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Juni 2019 13:23
Beda Nasib Saham Perusahaan Sandiaga VS Erick Tohir Jelang Putusan MK
Ada yang bergerak nyaman di zona hijau sementara lainnya tiarap di zona merah.

Dream - Sidang putusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait sengketa hasil Pilpres 2019 akan dibacakan siang ini, Kamis 27 Januari 2109. Dengan keputusan final ini akan diketahui siapa presiden yang akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Isu soal sidang putusan MK menjadi perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia termasuk kalangan pelaku pasar modal. 

Di lantai bursa, tercatat ada dua perusahaan yang sering dikaitkan pelaku pasar dengan perhelatan Pilpres 2019 lalu. 

Seperti diketahui Sandiaga Salahuddin Uno merupakan salah satu pemilik perusahaan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto

Sementara dari kubu pasangan calon presiden nomor urut 01 terdapat nama Erick Thohir yang menjadi ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin. Erick seringkali dikaitkan dengan salah satu emiten Bursa Efek Indonesia, PT Mahaka Media Tbk yang memiliki kode ticker ABBA. 

Dikutip dari idx.co.id, pada penutupan sesi I, pergerakan saham milik dua pengusaha tersebut berjalan dalam jalur yang berbeda. 

Diketahui saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk selama sesi perdagangan pagi bergerak lemah di zona merah. Saham SRTG baru mulai aktif ditransaksikan satu jam usai pembukaan perdagangan dengan bergerak terbatas di level Rp3.630. 

Satu jam usai perdagangan, saham SRTG mulai mengalami tekanan jual dari pelaku pasar. SRTG bergerak melemah ke level Rp3.530 pada perdagangan pukul 11:00:26. Meski sempat menguat ke level Rp3.560, SRTG kembali bergerak melemah di sesi penutupan ke level Rp3.530 per saham. 

Pergerakan berbeda justru terjadi pada saham perusahaan milik ketua TKN Erick Thohir, Mahaka Media. 

Sejak perdagangan dibuka, saham ABBA terus bergerak naik dengan posisi pembukaan di level Rp155. 

Sepanjang perdagangan tadi pagi, saham Mahaka Media terus bergerak di zona merah tanpa mengalami tekanan jual. ABBA sempat menyentuh level tertinggi di Rp196 sebelum terjadi sedikit koreksi di sesi penutupan.

ABBA menutup sesi perdagangan pertama di level Rp194 per saham. 

1 dari 6 halaman

Bagaimana dengan IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menghijau. Pada penutupan pertama sesi I, IHSG menanjak 36,999 poin (0,58%) ke level 6.347,488.

Penguatan ini juga diikuti oleh indeks syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,680 poin (0,91%) ke level 185,638.

Begitu pula dengan indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang meroket 8,475 poin (1,26%) ke level 678,370 dan indeks JII70 yang tumbuh 2,586 poin (1,16%) ke level 225,457.

2 dari 6 halaman

Sandiaga Disebut Cawapres Prabowo, Saham Saratoga Meroket

Dream – Kabar Sandiaga Uno yang santer disebut-sebut sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto langsung mendorong harga saham perusahaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Sandiaga diketahui sebagai salah satu pengusaha yang memiliki bisnis investasi lewat perusahaan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Kabar pencalonan Sandiaga langsung membuat saham berkode ticker SRTG ini langsung jadi buruan.

Dikutip dari data perdagangan BEI, Kamis 8 Agustus 2018, saham SRTG pada penutupan perdagangan sesi pertama naik 40 poin (1 %) ke level Rp3.720.

Laju saham SRTG sejak sesi pembukaan terus berkibar. Emiten ini membuka perdagangan dibuka di level Rp3.680 dan terus bergerak menguat di pembukaan sesi siang. SRTG bahkan sempat menyentuh kenaikan 210 poin atau meroket 5,71 persen.

Hingga perdagangan pukul 13.41 WIB, volume saham SRTG bahkan tercatat meroket samapi 1.362,96 persen dibandingkan kemarin. 

Jika dibandingkan dengan perdagangan minggu lalu, harga saham Saratoga hari ini sebetulnya masih lebih rendah, SRTG akhir pekan lalu, Jumat 3 Agustus 2018 sempat menyentuh level Rp3.900.

Sekadar informasi, Sandiaga dikabarkan akan menjadi pasangan duet Prabowo Subianto dalam debat Pilpres 2019.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 9 Agustus 2018, rencananya, Prabowo akan mendeklarasikan capres dan cawapres hari ini. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPD Gerindra, Jawa Barat, Mulyadi.

“ Hari ini Prabowo Subianto dan Wagub DKI (Wagub DKI, Sandiaga Uno),” kata Mulyadi.

 

[crosslink_1]

3 dari 6 halaman

Harta Kekayaan Sandiaga Uno

Dream – Nama Sandiaga Salahudin Uno sepanjang hari ini mendadak menjadi perhatian publik. Di hari-hari terakhir jelang pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, nama Sandiaga dikabarkan akan menjadi pasangan duet Prabowo Subianto. 

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 9 Agustus 2018, Prabowo rencananya akan mendeklarasikan Capres dan Cawapres hari ini. Kabar itu dibenarkan oleh Ketua DPD Gerindra, Jawa Barat, Mulyadi.

“ Hari ini Prabowo Subianto dan Wagub DKI (Wagub DKI, Sandiaga Uno),” kata Mulyadi.

Masuknya nama Sandi, sapaannya, di jam-jam terakhir pendaftaran Capres memang cukup mengejutkan. Sebelumnya, Prabowo santer dikabarkan akan dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.

Sepak terjang Sandiaga di jalur politik memang sudah dirintis sejak Pemilu 2014 lalu. Sandi dipercaya menjadi ketua tim pemenangan Pilpres 2014 dengan mengusung pasangan Prabowo Subianto—Hatta Rajasa. Dia juga menjabat sebagai wakil ketua dewan pembina Partai Gerindra. 

Setahun yang lalu, Sandi bahkan memang dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta dengan menjadi wakil gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan.

 

4 dari 6 halaman

Salah Satu Politis Terkaya

Namun kiprah Sandiaga yang paling terlihat adalah di dunia bisnis. Namanya mulai terkenal ketika menjabat ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Sandi terkenal sebagai salah satu pemilik bisnis perusahaan investasi, Saratoga Capital.

Dilansir dari Globe Asia, dilaporkan kekayaan Sandiaga mencapai US$300 juta (Rp4,3 triliun) jika menggunakan kurs dolar AS Rp14.418.

Meskipun kekayaannya turun US$500 juta, Sandiaga berada di peringkat ke-85 dari 150 orang terkaya Indonesia. Sandiaga menjadi salah satu dari politisi terkaya di Indonesia.

 

5 dari 6 halaman

Total Harta Kekayaan Versi LHKPN

Pada Pilkada 2018 lalu, Sandiaga juga sempat melaporkan harta kekayaannya sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti bursa Cagub dan Cawagub DKI Jakarta

Mengutip laman Liputan6.com, Menggunakan data per 29 September 2016, total kekayaan anak wanita pengusaha Mien Uno itu dilaporkan mencapai Rp 3,85 triliun atau lengkapnya Rp 3.856.763.292.656. Sementara dalam mata uang dollar AS mencapai US$ 10.347.381

Harta kekayaan tersebut terbagi atas total harta tak bergerak yang mecapai Rp 113.516.301.444. Dengan perincian:

1. Tanah dan bangunan seluas 852 m2 dan 582 m2, di Jakarta Selatan dari hibah perolehan dari tahun 2004 sampai dengan 2015 NJOP Rp 20.552.460.000

2. Tanah dan bangunan seluas 475 m2 dan 239 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2010 
sampai dengan 2015 NJOP Rp 10.890.462.000

3. Tanah dan bangunan seluas 277 m2 dan 277 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2006 
sampai dengan 2015 NJOP Rp 5.084.335.000

4. Tanah dan bangunan seluas 454 m2 dan 250 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2006 
sampai dengan 2015 NJOP Rp 7.884.370.000

5. Tanah dan bangunan seluas 450 m2 dan 511 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2010 sampai dengan 2015 NJOP Rp 11.486.350.000

6. Tanah seluas 15 m2 di Tangerang dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2015 NJOP Rp 37.110.000

7. Tanah seluas 15 m2 di Tangerang dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2015 NJOP Rp 37.110.000

8. Bangunan seluas 160 m2 di Singapura dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2001 sampai dengan 2015 NJOP Rp 7.504.731.000

9. Bangunan seluas 119 m2 di Washington DC dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2014 sampai dengan 2015 NJOP Rp 7.487.834.160

10. Bangunan seluas 453 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 NJOP Rp 10.512.068.932

11. Bangunan seluas 460 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 NJOP Rp 10.644.045.316

12. Bangunan seluas 922 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 NJOP Rp 21.395.425.036

 

6 dari 6 halaman

Daftar Harta Mobil, Perhiasan, dan Investasi Sandiaga

Sementara harta bergerak berupa alat transportasi yang dimiliki Sandiaga dilaporkan bernilai Rp 375 juta dengan rinciannya:

1. Mobil, merk Nissan Grand Livina tahun pembuatan 2013, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2014 nilai jual 
Rp 125.000.000

2. Mobil, merk Nissan X-Trail tahun pembuatan 2015, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 nilai jual Rp 250.000.000

Untuk harta bergerak lainnya bernilai Rp 3,2 miliar. Rinciannya adalah:

1. Logam mulia dari hasil sendiri perolehan tahun 2015, dengan nilai jual Rp 1.500.000.000

2. Barang seni dan antik dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 dengan nilai jual Rp 1.000.000.000

3. Benda bergerak lainnya dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 dengan nilai jual Rp 700.000.000

Surat berharga dengan total nilai Rp 3.721.379.813.530 dan US$ 1.287.801. Rinciannya:

1. Tahun investasi dari 1997 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 50.000.000

2. Tahun investasi dari 2002 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 3.171.105.995.000

3. Tahun investasi dari 2002 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 1.350.000.000

4. Tahun investasi dari 2003 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 1.000.000

5. Tahun investasi dari 2003 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 90.000.000

6. Tahun investasi dari 2004 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 3.500.000.000

7. Tahun investasi dari 2004 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 255.000.000

8. Tahun investasi dari 2004 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 255.000.000

9. Tahun investasi dari 2003 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 250.000.000

10. Tahun investasi dari 2005 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 90.150.000

11. Tahun investasi dari 2006 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 900.000

12. Tahun investasi dari 2006 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 30.000.000

13. Tahun investasi dari 2007 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 330.031.674.030

14. Tahun investasi dari 2007 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 5.000.000

15. Tahun investasi dari 2007 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 5.000.000

16. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 368.760

17. Tahun investasi dari 2009 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 23.368.094.500

18. Tahun investasi dari 2011 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 1.050.000.000

19. Tahun investasi dari 2011 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 63.331.000.000

20. Tahun investasi dari 2013 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 33.000.000

21. Tahun investasi dari 2013 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 126.425.000.000

22. Tahun investasi dari 2014 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 120.000.000

23. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 2

24. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 4.000

25. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 10

26. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 325

27. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 690.704

28. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 33.000.000

29. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual 
USD 224.000

Giro dan setara kas lainnya senilai Rp 12.899.258.838 dan USD 30.247.421.

Piutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 13.834.597.000 dan USD 2.465.84.

Hutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 8.441.678.156 dan USD 23.653.682.

(Sah)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara