Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P. S. Brodjonegoro, Mengkaji Opsi Pemotongan Gaji PNS Untuk Zakat. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan keuangan syariah terutama dalam pengumpulan dana sosial keagamaan. Salah satu yang tengah dikaji adalah memotong gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS) muslim untuk pembayaran zakat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P. S. Brodjonegoro, mengatakan kebijakan potong gaji untuk zakat saat ini sudah berlaku di Kementerian Agama (Kemenag).
“Tentunya, kalau akan diberlakukan secara luas, harus diperhatikan nanti aturan yang mendasarinya,” kata Bambang di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Rabu 7 Februari 2018.
Seperti diketahui, wacana memotong gaji pokok PNS untuk pungutan zakat mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Forum Zakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peraturan Presiden mengenai zakat atas gaji pokok Apatur Sipil Negara (ASN).
"Kita sedang siapkan Perpres agar semua ASN di seluruh kementerian dan lembaga bisa dipungut zakatnya dari gaji pokok yang diterima," kata Lukman mengutip laman Kemenag.
Pada bagian lain, Bambang juga mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya memperkuat penggalangan dana sosial keagamaan baik berupa zakat, infak, dan sedekah. Mantan menteri keuangan ini juga meminta bank wakaf mikro terus dikembangkan untuk mengurangi kemiskinan di berbagai daerah.
“(Bank wakaf mikro) adalah kredit skala kecil yang harapannya bisa membantu orang-orang yang berbasis pesantren nantinya,” kata dia.
Selain itu, Bambang mengatakan bank syariah perlu diperbesar, sehingga dia bisa memperbesar kegiatannya. Untuk hal ini, BUMN bisa menggandeng swasta. Terkait rencana merger bank syariah di Indonesia, dia mengatakan ada pemikiran seperti itu untuk bank-bank syariah milik BUMN.
“Tapi, nanti bentuk merger seperti apa, harus dicari yang paling optimal. Yang penting hasilnya kita punya bank syariah yang berskala besar,” kata mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti