Minat Plesir ke Luar Negeri Tinggi, Agen Travel Halal Bidik Omzet US$15 Juta

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 26 Juni 2019 19:15
Minat Plesir ke Luar Negeri Tinggi, Agen Travel Halal Bidik Omzet US$15 Juta
Destinasi halal sedang hits belakangan ini.

Dream – Beberapa tahun ini, destinasi wisata halal di seluruh dunia menjamur. Wisata halal juga menjadi tren di negara yang mayoritas warganya non-Muslim.

Indonesia patut berbangga karena menempati peringkat pertama sebagai pemilik destinasi halal terbaik di dunia seperti dilaporkan Global Muslim Travel Index (GMTI).

Sebagai jawara destinasi halal terbaik, capaian itu menjadi angin segar bagi agen-agen travel. Untuk itu, agen wisata halal yang tergabung dalam Asosiasi Travel Halal Indonesia (Athin) berupaya terus meningkatkan minat para travel, khususnya kaum muslim untuk pergi berwisata.

Bekerja sama dengan Halal Travel Konsorsium (HTK), Athin untuk tahun keempat kembali menggelar Temu Bisnis Wisata Halal ke-4 yang akan digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, mulai 29 Juni 2019. 

“ Tren dunia ini kan semua sedang menawarkan wisata halal," ujar Sekjen Athin, Cheriatna, di Jakarta, Rabu 26 Juni 2019.

Menurut Cheriatna, sebanyak 1.200 perusahaan penyedia jasa travel halal yang tergabung dalam asosiasinya mengharapkan pendapatan pada tahun ini bakal meningkat signifikan.

Tahun ini, Athin mengharapkan pemasukan yang diperoleh seluruh anggota asosianya bisa menembus kisaran US$10 juta-US$15 juta atau sekitar Rp141,72 miliar—Rp212,63 miliar.

Dari catatan tahun lalu, Athin melaporkan omzet yang diperoleh penyedia jasa travel mencapai US$2 juta—US$3 juta (Rp28,35 miliar—Rp42,52 miliar).

Pendapatan itu baru menghitung dari dana yang digelontorkan wisatawan Indonesia pengguna jasa travel halal saat bepergian ke destinasi wisata di luar negeri. 

1 dari 5 halaman

Orang Indonesia Enggan Plesir Lokal karena Tiket Mahal

Cheriatna menambahkan, minat traveler muslim Indonesia untuk pergi berlibur di negaranya sendiri pada tahun ini diakui mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah harga tiket pesawat yang terlalu mahal. 

Untuk itu, Athin yang akan menggelar rapat kerja dengan 1.200 anggotanya berencana membahas mengenai mahalnya tiket pesawat.

" Saya lihat papan di dalam kantor (agen travel) itu nggak ada list (wisatawan). Pada kosong, cukup sedih, jadi ini akan disuarakan," kata dia.

Co-Founder HTK, Nur Iman Santoso menambahkan, target US$15 juta itu mayoritas didominasi oleh traveler Indonesia yang pergi ke luar negeri.

" Target itu kebanyakan yang ke luar. Karena masyarakat yang (wisata) di dalam (negeri) itu bisa sendiri, sudah mandiri. Kalau ke luar kan buruh agen," kata Iman.

Rencananya, HTK juga akan menggelar pertemuan dengan para agen wisata halal pada Sabtu, 29 Juni 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Selain itu, penyedia biro perjalanan dari Arab Saudi, Timur Tengah, negara di Asia dan Eropa juga turut hadir memberi penjelas mengenai cara mereka menarik minat para pelanggan.

Pertemuan itu juga sekaligus untuk melaunching aplikasi Halal Travel. Aplikasi berbasis android ini bisa digunakan secara gratis dan bisa digunakan untuk mengetahui lokasi restoran terdekat, masjid, arah kiblat hingga waktu sholat.

" Keunggulan aplikasi ini, kita nggak ada iklan yang muncul," kata Cheriatna.

2 dari 5 halaman

Dua Bank Syariah Jadi Mesin Wisata Halal

Dream – PT BNI Syariah ingin mempercepat sektor perekonomian dan wisata halal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Caranya, bank syariah ini menggandeng Bank NTB Syariah untuk menerbitkan kartu pembiayaan.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto, mengatakan, dua bank ini menerbitkan kartu Hasanah NTB Syariah Card.

“ Melalui penerbitan kartu Hasanah NTB Syariah Card, kami berharap dapat meningkatkan jumlah transaksi berbasis syariah dan meningkatkan percepatan ekonomi daerah dan sektor wisata halal di NTB,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 1 Maret 2019.

Dia mengharapkan sinergi itu juga bisa berkontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi halal di Indonesia.

Sekadar informasi, penandantanganan ini dilakukan oleh Wahyu dengan Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Wahyu mengatakan, kartu pembiayaan itu didesain khusus untuk pegawai dan nasabah bank NTB Syariah. Selama setahun pertama, BNI Syariah membidik 1.000 pemegang kartu Hasanah NTB Syariah Card. Kartu tersebut bisa digunakan untuk transaksi seperti pembayaran uang pendidikan, ibadah, serta transaksi harian.

3 dari 5 halaman

Potensi Pasar yang Cukup Besar

Provinsi NTB merupakan wilayah yang penduduk Muslimnya terbesar di Indonesia Timur. Jumlah penduduk Muslim di sana sebanyak 94,75 persen dari total penduduk 4,5 juta jiwa.

Jumlah penduduk Muslim tersebut merupakan sumber daya dan potensi utama bagi pertumbuhan ekonomi di Propinsi NTB, khususnya potensi ekonomi syariah dan Industri Halal.

Terlebih lagi Lombok yang merupakan bagian wilayah NTB menjadi salah satu tujuan wisata halal dunia dan mendapat penghargaan World Halal Travel Awards (WHTA) dalam kategori World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination.

Bank NTB Syariah merupakan bank milik pemerintah provinsi NTB. Bank syariah ini mengelola keuangan daerah, yaitu kas dan menyalurkan pembiayaan untuk pengusaha kecil di NTB. 

4 dari 5 halaman

Bangun Wisata Halal, Sandiaga `Berguru` ke Gubernur Sumbar

Dream – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengutarakan keinginannya untuk belajar pengelolaan wisata halal dari Pemprov Sumatera Barat (Sumbar). Dalam tahap awal, Pemprov DKI ingin belajar terlebih dahulu konsep wisata halal yang dikembangkan Sumbar .

“ Sumbar sudah memulai terlebih dahulu, bahkan telah mendapatkan beberapa penghargaan. Kami di Jakarta juga ingin mengembangkan wisata halal ini,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 22 Januari 2018.

Sandiaga mengatakan pengembangan wisata halal tidak boleh dilakukan asal-asalan agar turis yang telah menjelajah ke berbagai negara merasa lebih nyaman dan menemukan hal berbeda ketika berkunjung ke Jakarta.

Untuk mewujudkan keinginan itu, Sandiaga mengaku tak segan “ berguru” kepada pemerintah Sumatera Barat untuk konsep wisata halal.

“ Nanti tentu akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Gubernur Sumbar bagaimaan teknisnya,” kata dia.

Selain wisata halal, Sandiaga juga ingin mengembangkan ekonomi syariah di Jakarta. Dia ingin keuangan syariah juga berkembang di Jakarta.

Sandiaga berkaa pengembangan wisata halal dan ekonomi syariah perlu dilakukan mengingat pembangunan di Jakarta terlalu fokus kepada infrastruktur fisik.

“ Di sisi lain, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama spiritual masih minim,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menyambut baik niat dari Sandiaga. Pihaknya tidak tertutup jika ada yang ingin mempelajari konsep wisata halal.

“ Sumbar selalu terbuka dan senang hati membagi ilmu selama itu bermanfaat,” kata Irwan.  

(Sah)

 

[crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Aplikasi Wisata Halal Diluncurkan, Layani Dunia dan `Akhirat`

Dream – PT BNI Syariah mempermudah masyarakat untuk wisata halal dan umroh. Bank syariah ini meluncurkan aplikasi mobile Hasanah Personal dalam acara “ Islamic Tourism Expo”.

“ Kami berharap dengan adanya aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat dan mendukung pengembangan bisnis haji, umroh, dan wisata halal,” kata Plt Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo saat membuka Islamic Tourism Expo, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu 11 Oktober 2017. 

Aplikasi ini, kata Firman, menawarkan pemesanan paket wisata halal dan umroh secara online. Nasabah dapat menentukan sendiri tanggal keberangkatan, pilihan maskapai, hotel, dan metode pembayaran.

Pengguna aplikasi juga bisa mendapatkan kumpulan doa sehari-hari serta doa untuk haji dan umroh. " Kami berusaha untuk terus memberikan layanan terbaik untuk kebutuhan dunia dan kebaikan akhirat," kata Firman.

BNI Syariah, lanjut Firman, memberikan kemudahan bagi nasabah. Apalagi nasabah yang memiliki Kartu Haji dan Umroh Indonesia saat membuka rekening tabungan BNI iB Baitullah Hasanah.

Dengan kartu ini, jamaah dapat melakukan tarik tunai di mesin ATM Bank Al Rajhi serta memakainya di merchant berlogo Mastercard di Tanah Suci.

Tabungan BNI Baitullah iB Hasanah memberikan dua pilihan akad, yakni wadiah (titipan) yang bebas biaya administrasi serta mudharabah (bagi hasil) dengan biaya administrasi. Pada tabungan dengan akad wadiah, nasabah dapat membuka rekening dengan setoran awal Rp100 ribu, sedangkan pada akad mudharabah, syarat pembukaan rekeningnya sebesar Rp500 ribu.

Dalam berinovasi untuk mengembangkan fitur transaksi online (digital banking), tabungan BNI iB Baitullah Hasanah dapat dibuka secara online melalui website resmi BNI Syariah.

(ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

[crosslink_1]

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal