Ilustrasi (upload.wikimedia.org/)
Dream - Pertumbuhan yang pesat dalam waktu satu dekade terakhir, dengan PDB yang berkembang hampir dua kali lipat, mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan hidup dan Sumber Daya Alam di Indonesia.
Menurut Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, Indonesia membutuhkan perubahan sesegera mungkin untuk dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“ Jika kita ingin berhasil dalam mengentaskan kemiskinan, kita tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi saja, kecuali pertumbuhan tersebut bersifat inklusif dan berkelanjutan bagi lingkungan,” jelasnya pada Indonesia Green Infrastructure Summit 2015 di Jakarta, seperti dilansir melalui laman Kementerian Keuangan, Rabu, 10 Juni 2015.
Menurut Mantan Menteri Keuangan RI tersebut, pertumbuhan “ kotor” harus diganti dengan pertumbuhan “ hijau”. Pertumbuhan itu dekat sekali hubungannya dengan infrastruktur, yang menjadi kunci suatu negara untuk mencapat potensi maksimalnya.
Bank Dunia akan membantu negara-negara yang membutuhkan bantuan untuk mencapai potensi maksimalnya. Dengan kebutuhan akan pertumbuhan “ hijau”, Bank Dunia menyambut kesempatan untuk beralih ke proyek-proyek infrastruktur yang lebih bersih, lebih berkelanjutan dan inklusif, baik di Indonesia dan di seluruh dunia.
“ Memilih infrastruktur hijau hari ini akan membawa manfaat selama beberapa dekade ke depan. Negara-negara berkembang bisa memimpin dan melakukan lompatan dari pertumbuhan ‘kotor’ ke pertumbuhan ‘hijau’,” tandasnya. (Ism)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?


Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan