Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Penjual Jamu (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Dream - Presiden RI Joko Widodo mengimbau Gabungan Pengusaha Jamu Tradisional agar serius mengembangkan jamu sebagai produk khas Indonesia. Jamu yang sudah ratusan tahun berkembang di Nusantara mesti menjadi produk yang merepresentasi citra dan persepsi orang mengenai Indonesia.
“Indonesia itu jamu, harus berani membangun brand itu,” kata Joko Widodo pada Pembukaan Musyawarah Nasional Gabungan Pengusaha Jamu Tradisional Ke-7, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa, 26 Mei 2015.
Mengaku sebagai penggemar jamu, Jokowi mengaku senantiasa bertanya kepada negara-negara lain terkait produk Indonesia yang belum bisa masuk ke pasar mereka. Diakuinya, upaya proteksi di belahan dunia untuk produk makanan maupun kesehatan memang sangat ketat.
“Inilah yang saya kira harus dipikirkan agar produk-produk ini bisa dikenalkan,” ujar lelaki yang akrab disapa Jokowi.
Menurut Jokowi, produk-produk jamu yang berkaitan dengan aroma terapi biasanya lebih mudah diterima konsumen mancanegara. Namun untuk jamu dalam bentuk minuman memang diakui banyak mengalami kendala di lapangan.
Urusan bahan baku, Jokowi menilai hal itu tidak sulit dikembangkan. “Mana yang kekurangan sampaikan. Kaya temulawaknya harga naik tapi harus diperbanyak produksinya. Tadi jahe, kemudian cabe jawa, kunyit juga, saya kira itu bukan sebuah produk yang sulit untuk dikembangkan, gampang sekali,” kata Jokowi.
Selama ini, Jokowi memang kerap mendengar keluhan jika luas areal sawah Indonesia kian menyusut dan produksinya semakin berkurang. Namun, dari pengamatan mantan Walikota Solo itu, banyak lahan yang sebetulnya belum dimanfaatkan optimal.
Seperti di Merauke, Papua. Dari satu kabupaten saja terdapat lahan seluas 4,6 juta hektar, yang bisa menghasilkan 35 juta ton padi jika areal tersebut digunakan menjadi kawasan persawahan. Angka ini melebih produksi nasional yang hanya 60-70 ton. "Iini hanya satu kabupaten saja. terdapat empat kabupaten yang kurang lebih kondisinya sama," ujarnya. (Ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya