Dream - Laju Rupiah tampaknya masih nyaman berada di zona merah seiring belum adanya sentimen positif yang dapat meyakinkan pelaku pasar akan perbaikan mata uang Rupiah.
Pada hari ini, Rabu, 16 September 2015, rupiah ditutup melemah pada level Rp 14.459 per dollar AS atau melemah 0,35% dari pembukaannya Rp 14.406 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat menyentuh 14.462 pada hari ini.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam laporan hariannya, menyatakan semakin dekatnya rilis Bank Indonesia dan Federal Open Market Committee (FOMC) meeting membuat volatilitas dolar kian meningkat dan bergerak naik. Imbasnya tentu ke nilai tukar Rupiah yang kian bergerak melemah.
Apalagi, lanjutnya, dari dalam negeri telah dirilis data neraca perdagangan namun, tampakya tidak terlalu mendapat respon positif pelaku pasar. Tak ketinggalan, berita terkait pertumbuhan kredit di China, Brasil, dan Turki yang mengkhawatirkan dan laporan dari Bank for International Settlement bahwa perbankan negara berkembang lebih rentan terhadap krisis memberikan tekanan pada sejumlah laju mata uang Asia, termasuk Rupiah.
Sebelumnya, dengan pergerakan Rupiah yang kembali melemah maka akan memunculkan spekulasi akan berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah. Belum adanya kejelasan akan hasil rapat The Fed memberikan imbas volatilitas yang cukup tinggi.
" Kami melihat masih adanya potensi akan berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah. Dengan demikian, tetap cermati sentimen yang akan dirilis dimana dapat berimbas negatif pada laju Rupiah," jelas Reza.