Single Parent Juga Bisa Mandiri Finansial, Begini Caranya

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 12 November 2019 10:40
Single Parent Juga Bisa Mandiri Finansial, Begini Caranya
Asalkan syarat ini terpenuhi.

Dream - Sebagian besar orang tua telah mempersiapkan tabungan untuk kehidupan anak. Biasanya dana tabungan telah disiapkan untuk biaya sekolah, kesehatan maupun hal lainnya.

Untuk keluarga yang masih utuh, masalah ekonomi bisa ditangani bersama-sama.

Lalu, bagaimana dengan single parent? Bagaimana orang tua tunggal bisa mengelola keuangan dengan baik?

Pengamat investasi Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan single parent bisa mengelola uang dengan baik asalkan disiplin.

" Yang penting disiplin. Itu yang paling penting. Kalau cuma dari satu sumber tapi dia disiplin, menyisihkan 30 persen investasi tiap bulannya secara rutin, ini akan berhasil," kata Bhima dalam peluncuran Logam Mulia 'Waris' PT Sampoerna Gold Indonesia di Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2019.

Keberhasilan berinvestasi, kata dia, juga didukung oleh waktu perencanaan jangka panjang. Misalnya, memperhitungkan biaya kuliah anaknya. Dari sana terlihat seberapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk investasi pendidikan sang anak.

" Jadi horizonnya harus lebih panjang dari orang rata-rata," kata dia.

1 dari 8 halaman

Jangan Lupa Dana Darurat

Bhima mengingatkan orang tua juga perlu menyediakan dana 10 persen dari pendapatan. Hal ini bertujuan untuk tabungan dana darurat. `

" Misalnya, kita punya 100 persen kue. Kalau 30 persen itu investasi mau di emas, properti dan lain-lain. Sisa 70 persen dikurangi untuk gaya hidup dan lain-lain. Sisanya, 10 persen itu untuk yang mendadak-dadak," katanya.

Tapi seluruh cara tersebut hanya bekerja jika dijalankan secara rutin dan disiplin. " Masalahnya, kan kita nggak disiplin dan accidental outcome itu diapa-apain. Kalau disiplin terus ya... (bisa berhasil)," kata dia. 

2 dari 8 halaman

Tenang Bunda, Ini 4 Tips Atur Keuangan untuk Orang Tua Tunggal

Dream – Hidup itu penuh misteri dan tak bisa diprediksi. Bahkan, kehidupan berjalan di luar yang kita rencanakan. Seorang yang telah menikah, bisa saja harus menerima kenyataan pahit berpisah dengan pasangan, baik bercerai maupun meninggal.

Kepergian pasangan tentu membuat kehidupan menjadi lepas kendali, termasuk masalah keuangan sekali pun. Status sebagai orang tua tunggal pun harus dijalani.

 

 

Di awal menjadi orang tua tunggal, kepergian pasangan tentu membuat semuanya berantakan. Masalah keuangan jangan ditanya lagi. Jadi karut-marut.

Tapi, bagaimana caranya supaya keuangan tidak turut berantakan selepas menjadi seorang single parent?

Dilansir dari CNBC, Rabu 10 Mei 2017, ada empat  tips mengatur keuangan yang bisa diadaptasi bagi para orang tua tunggal.

3 dari 8 halaman

Lakukan Tiga Hal Ini

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui anggaran. Orang tua tunggal harus  bisa mengidentifikasi pendapatan dan pengeluaran bulanan, seperti sewa rumah dan perawatan anak (kalau ada). Lebih baik membuat pendebetan tagihan otomatis dari rekening tabungan untuk menghindari denda tagihan.

“ Anda tidak bisa mengatur tabungan kalau tidak tahu ke mana perginya semua uang,” kata penulis buku SmartMom, Rich Mom, Kimberly Palmer.

Tips yang kedua adalah membuat dana darurat. Single parent, mohon catat, tidak ada yang tahu ke depannya akan terjadi kejadian apa dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk peristiwa tersebut. Untuk itulah, pos dana darurat perlu dibuat. Cobalah membuat dana darurat yang bisa menutup biaya hidup selama enam bulan. Lebih baik menyimpan uang darurat di rekening terpisah.

Yang ketiga adalah pastikan kehidupan Anda terlindungi oleh asuransi jiwa, ya, Sahabat Dream. Seorang anak perlu mendapatkan perlindungan ketika Anda menjadi single parent.

Keempat, jangan lupa perlindungan finansial bagi diri sendiri. Ingat, orang tua tunggal pun harus memikirkan dirinya ketika pensiun. Usahakan memiliki tabungan pensiun supaya bisa tetap bahagia untuk masa saja. Keuangan  untuk Anak memang penting, namun dia bisa mendapatkan beasiswa untuk pendidikannya.(Sah)

[crosslink_1]

4 dari 8 halaman

Perjuangan Single Mom Bagi Waktu untuk Anak dan Bisnis

Dream – Kesibukan menjadi presenter di televisi telah cukup menyita waktu Intan Hardja. Sebagai ibu tunggal dengan dua anak laki-laki, berusia 3 dan 10 tahun, dia ingin punya lebih banyak waktu untuk buah hatinya.

Intan mulai mengurangi intensitasnya sebagai entertainer dan terjun ke dunia bisnis.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 21 April 2019, ada beragam bisnis yang digeluti, mulai dari sewa alat vacuum cleamer, laundry, sampai ekstensi bulu mata.

Cerita bisnisnya bermula ketika Intan menekuni dunia hiburan sejak berusia 19 tahun. Dia mencoba peruntungannya jadi presenter dengan mengikuti audisi di DAAI TV.

 

 

“ Waktu itu programnya Bumiku Satu yang mengangkat isu lingkungan. Dari situlah aku mulai menjadi presenter dan terus berlanjut ke program-program televisi lain seperti Intens di RCTI, dan Premier League di MNC TV,” kata dia di Jakarta.

Untuk menjadi presenter di televisi, Intan memang tidak pernah mengenyam pendidikan universitas. Namun, di SMA-nya Intan termasuk murid berprestasi.

Ia sering menjuarai kompetisi debat bahasa Inggris hingga tingkat nasional. Prestasi itu jugalah yang membuatnya terbiasa tampil di depan umum.

5 dari 8 halaman

Bisnis Laundry Bermula dari Kredit Penyedot Debu

Sejak anak keduanya lahir, Intan mulai merasa semakin kehilangan banyak waktu untuk anak-anak dan diri sendiri. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan ia pun memutuskan untuk memulai usaha sendiri demi punya banyak waktu untuk anak-anak.

Anak pertamanya mengidap alergi debu. Untuk lebih menjaga kebersihan rumahnya dari debu, Intan pun membeli alat vacuum cleaner untuk debu dan tungau. Harganya Rp46 juta. Itu pun dibeli dengan kredit.

Karena banyak ibu-ibu yang juga mengalami hal yang sama, yaitu anaknya sering batuk atau pilek karena debu, Intan pun menyewakan alat tersebut ke teman-temannya. Dari situ, berdirilah bisnis Clean Today yang fokus pada layanan sedot tungau dan cuci furnitur.

6 dari 8 halaman

Pilih Waralaba Laundry

Karena sudah mengawali bisnis di bidang jasa layanan kebersihan, Intan pun ingin melebarkan sayapnya dengan memiliki bisnis laundry pakaian yang baru saja buka di bulan April 2019 ini.

Hanya saja menurutnya kalau ia membuat laundry dengan brand sendiri, tentu ada banyak hal yang harus ia pelajari. Memilih franchise laundry baginya adalah cara cepat untuk memulai usaha laundry.

“ Aku enggak mau pusing dan buang-buang waktu untuk mempelajari semuanya sendiri. Makanya, langsung pilih franchise laundry,” kata dia.

 

 

Intan mengatakan, di Indonesia belum ada merek ikonik untuk laundry kiloan. “ Jadi, aku pilih yang memang punya nilai lebih dan berbeda dari franchise laundry lainnya, yaitu Cleanlite Laundry. Aku pilih Cleanlite karena kepincut dengan training dan garansi klien B2B (Business to Business) yang ditawarkan,” kata dia.

Selain bisnis laundry, Intan juga membuka bisnis kecantikan, yaitu ekstensi bulu mata di tempat yang sama. Dia merogoh kocek sekitar Rp350 juta untuk kedua bisnis ini.

7 dari 8 halaman

Perjuangan Jadi Single Parent

Selama berbisnis, wanita ini mengalami jatuh bangun. Saat membangun Clean Today, dia kesulitan mendapatkan karyawan dengan hasil kerja yang diinginkan. Lalu, dia tak sanggup menggaji karyawan dan pengeluaran yang selalu lebih besar daripada pemasukan.

Ada kalanya, semua masalah itu membuat dia merasa ingin menutup bisnisnya. “ Baru di tahun ke dua, aku mulai bangkit karena menyadari keputusan-keputusan kurang tepat yang pernah dibuat sebelumnya,” kata dia.

Wanita ini juga harus pintar membagi waktu untuk keluarga dan bisnisnya. Dia sadar betul tak bisa memberikan 100 persen waktunya untuk anak-anaknya.

“ Tapi, yang penting niat aku lurus. Aku jalanin bisnis sebagai bentuk tanggung jawab ke anak-anak. Aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik di setiap peranan aku,” kata dia.

Intan mengatakan perempuan tak bisa sempurna di setiap peran. Namun, mereka bisa melakukan hal terbaik.

“ Aku ingin menjadi ibu yang bisa membuat anak-anakku bertumbuh dengan perasaan bahagia,” kata dia.

Sementara itu, sebagai pengusaha, Intan hanya ingin menjalankan bisnis yang bermanfaat dan memberikan solusi kepada masyarakat.

“ Aku berharap suatu hari nanti, Cleanlite Laundry bisa jadi brand laundry yang jadi tolak ukur kualitas untuk cuci kiloan, dan tumbuh menjadi brand yang ikonik untuk bisnis laundry di Indonesia,” kata dia.

8 dari 8 halaman

Berhenti Bermimpi!

Intan berpesan kepada para perempuan Indonesia untuk tak hanya bermimpi. Dia mendorong kaum hawa agar mulai melakukan sesuatu.

Stop dreaming, start doing,” kata dia.

 

 

Dia optimistis, ketika melakukan sesuatu, akan ada pintu-pintu yang terbuka di depan.

“ Kendala kita sebagai perempuan bisa jadi memang lebih banyak, baik secara mental dan materiil. Walaupun mungkin kapasitas dan kemampuan kita itu kecil dan sedikit, bukan berarti kita nggak bisa membawa manfaat untuk banyak orang,” kata Intan. 

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?