Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© MEN
Dream - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko meminta masyarakat mengurangi mengonsumsi nasi karena Indonesia diprediksi dilanda fenomena el nino pada Agustus 2023, yang berdampak pada musim kemarau yang lebih panjang.
Menurut Moeldoko, masyarakat Indonesia masih terlalu banyak makan nasi. Sementara, lahan pertanian yang mampu memproduksi beras berkurang tiap tahunnya.
" Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk efisien dan mulai memikirkan bahwa kita makan nasi masih terlalu banyak seperti zaman Jepang, 40 tahun lalu," kata Moeldoko pada acara HUT Ke-50 HKTI di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu menyarankan agar masyarakat mulai berhemat agar keseimbangan antara suplai dan permintaan terhadap padi bisa tetap terjaga.
" Mulai sekarang berhematlah dan mulai mengurangi nasi agar ada keseimbangan antara suplai dan demand," kata dia.
Sebagai gantinya, masyarakat bisa mengonsumsi sumber karbohidrat lainnya seperti sorgum, sagu, ubi dan sejenisnya. Moeldoko mengatakan masih banyak bahan pangan yang bisa menjadi pengganti nasi yang saat ini menjadi makanan pokok masyarakat.
" Terhadap sumber-sumber itu mari kita gali bersama. Ingat pertumbuhan populasi manusia makin banyak. Di sisi lain ladang sawah selalu berkurang, maka ada gape di situ," kata dia.
Terkait antisipasi dampak el nino, HKTI tengah gencar melakukan sosialisasi. Sekaligus meng mengembangkan tanaman lain yang bisa digunakan sebagai pengganti nasi, seperti sorgum.
" Kita akan hadap el nino. Ada tanaman lain yang bisa kita gerakkan yang tadinya tertidur seperti sorgum yang bukan barang baru bagi Indonesia," katanya.
" Di relief itu sudah digambarkan maknanya masyarakat Indonesia sudah lama mengenal sorgum tapi cukup lama barang itu tertidur, makanya perlu kita bangkitkan untuk menjadi sumber yang lebih sehat dari nasi," pungkasnyaa.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya