Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Saham-saham syariah kembali bergerak melemah di penutupan awal pekan. Penguatan harga saham di sektor komoditas belum cukup kuat mempertahankan laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) di zona hijau.
Laju dua indeks acuan saham syariah ini bertolak belakang dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru ditutup menguat.
Sentiment positif dari menguatnya harga minyak serta surplus neraca perdagangan membuat investor lokal kembali melantai.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 17 Oktober 2016, ISSI melemah 0,259 poin (0,15%) ke level 177,926. Pelemahan ini juga terjadi di indeks acuan saham bluechip syariah, JII yang turut `memerah` di angka 740,559 atau turun 1,687 poin (0,23%).
Sebanyak 29,26 miliar lembar saham senilai Rp4,9 triliun diperdagangkan hari ini. Aksi beli berhasil mengangkat 87 saham syariah ke zona hijau. Sementara 81 lainnya tertekan aksi jual dan 61 saham bertahan stagnan.
Meskipun demikian, banyaknya aksi beli saham investor asing ini tidak bisa mengangkat kinerja perdagangan saham syariah hari ini.
Pelemahan indeks syariah ini tak lepas dari aksi jual investor asing pada saham-saham syariah. Nett sell asing di jajaran indeks ISSI mencapai Rp 711 miliar, naik dari perdagangan akhir pekan lalu.
Emiten yang menjadi penggerak utama perdagangan hari ini adalah emiten sektor pertanian yang indeksnya naik 1,89 persen, diikuti pertambangan 1,55 persen, dan perdagangan 0,75 persen.
Saham-saham syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah saham PTBA yang harganya naik Rp725, AALI Rp600, UNTR Rp600, LPPF Rp200, dan LSIP Rp20. Sebaliknya, saham syariah top losser adalah INTP yang harga sahamnya turun Rp300, UNVR Rp275, ICBP Rp200, INDF Rp200, dan SMGR Rp175.
Dari pasar uang, rupiah ditutup melemah di kisaran Rp13.079 per dolar AS. Angka ini melemah 46 poin atau 0,35 persen. Mata uang Indonesia ini sempat menguat di kisaran Rp13.025 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya