Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Sukses di Pasar Transportasi, Flazz BCA Bidik Parkir Bandara

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 16 Oktober 2016 12:31
Sukses di Pasar Transportasi, Flazz BCA Bidik Parkir Bandara
Per 1 September 2016, BCA menjajaki kerjasama dengan PT Angkasa Pura Solution untuk pembayaran parkir di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dream - PT Bank Central Asia (BBCA) menjadi leader pada sektor transportasi. Melalui produk kartu debit Flazz, BCA memberikan kemudahan bertransaksi para pengguna jasa transportasi.

" Kami memang menjadi leader di industri transportasi. Setidaknya, pengguna kartu Flazz untuk bertransaksi di Transjakarta dan Kereta Rel Listrik (KRT)," kata Kepala Biro Bisnis Dana dan E-Chanel BCA, Sinta Handajani di kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat, seperti ditulis pada Minggu, 16 Oktober 2016.

Menurut Sinta, dalam satu bulan tercatat terdapat 10 juta transaksi kartu debit Flazz dengan nilai rata-rata Rp3.500 hingga Rp5.000 per transaksi. Dari jumlah tersebut, transaksi di sektor transportasi menempati porsi 67 hingga 70 persen.

" Sebab transportasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Setiap harinya masyarakat membutuhkan transportasi," kata dia.

Selain untuk membayar biaya perjalanan, kartu Flazz juga telah merambah kemudahan transportasi lain seperti pembayaran parkir dan tol.

Setidaknya ada empat tol yang telah bekerja sama, yaitu Tol Margabumi, Surabaya-Gresik, Tol Makasar, Tol Waru Sidoarjo-Surabaya, dan yang terbaru Tol Cikarang, Palimanan dan Purbalenyi.

Yang terbaru, per 1 September 2016, BCA menjajaki kerjasama dengan PT Angkasa Pura Solution untuk pembayaran parkir di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

" Setelah Terminal 3, Angkasa Pura Solution akan mengimplementasikan pembayaran parkir menggunakan Flazz di Terminal Parkir Inap, Terminal 2 dan Terminal 1," ucap dia.

Sejak dirilis pada 2007, BCA telah menerbitkan sebanyak 9,5 juta kartu Flazz. Jutaan kartu itu terimplementasi di 22 kota antara lain Jabodetabek, Semarang, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Batam, Manado, Samarinda, dan Pontianak.

Penggunaan uang elektronik tersebut didukung 121.000 jaringan mesin Electronic Data Capture (EDC), 79.000 outlet, dan 37.000 merchant.

Beri Komentar