Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Bursa saham syariah menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona hijau. Munculnya aksi beli investor lokal seiring sentimen menguatnya harga minyak mentah dunia membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menguat.
Pada penutupan perdagangan harian, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 14 Oktober 2016, ISSI menguat 1,575 poin (0,89%) ke level 178,185. Begitu pula dengan indeks saham bluechip syariah, JII, yang menanjak 8,366 poin (1,14%) di level 742,246.
Selama perdagangan hari ini, sebanyak 28,93 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai Rp4,36 triliun.
Penguatan bursa saham syariah Indonesia seperti dimotori para pemodal lokal. Terbukti, investor asing justru mencetak nett sell Rp 708 miliar di papan perdagangan ISSI sementara JII sebesar Rp 239 miliar.
Kembalinya pemodal lokal ini mengangkat harga saham 99 emiten syariah. Meskipun demikian, ada 60 saham syariah yang harganya bergerak turun dan 68 saham yang stagnan.
Seluruh indeks sektoral bergerak menguat di penutupan hari ini. Emiten-emiten yang menjadi penggerak kinerja positif perdagangan hari ini adalah sektor keuangan yang naik 1,80 persen, barang konsumsi 1,70 persen, dan industri aneka yang naik 1,34 persen.
Emiten syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp900, UNVR Rp500, ICBP Rp325, AALI Rp300, dan AKRA Rp200.
Sebaliknya, top losser emiten syariah dihuni saham UNTR yang harganya turun Rp200, WSKT Rp50, INCO Rp20, SSMS Rp20, dan LPKR Rp10 per saham.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah masih bertengger di angka Rp13 ribu, tapi posisinya menguat. Kurs rupiah menguat 25 poin (0,19%) di kisaran Rp13.040 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini sempat melemah di kisaran Rp13.080 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya