Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Mia Penjual Kue Putu Di Bali (Foto: YouTube The Santoso)
Dream - Kisah para pengusaha tentu menarik perhatian banyak orang, terlebih jika mereka bukan berasal dari Indonesia tetapi menjual produk lokal. Seperti kisah perempuan asal Jepang yang satu ini.
Dilansir kanal YouTube The Santoso, Kamis 8 Agustus 2021, sang pemilik video tengah berada di Pulau Bali untuk bertemu dengan penjual kue putu jalanan namun hasil modifikasi. Seperti yang kita tahu, kue putu merupakan jajanan tradisional Indonesia.
Diketahui wanita Jepang penjual kue putu itu bernama Nia. Ia sudah dua bulan berjualan kue putu harga ramah kantong dengan dua variasi yang unik dan tak biasa. Sang penjual mematok harga satu kue putu original seharga Rp500 dan kue putu salmon hasil modifikasi seharga Rp1 ribu.

Sang pemilik video awalnya mengajak Nia berbincang mengenai profesi yang dilakoninya sebelum menjual kue putu.
" Sudah lama di Bali?," tanya sang pemilik video.
" Iya sudah lama. Dua setengah tahun," jawab cewek Jepang ini.
" Sebelum jualan ini (kue putu) ya, jualan apa? Atau kerja apa?," tanyanya.
" Dulu saya kerja di pariwisata," jawabnya.
" Pariwisata guys. Jadi si dia ini sebelum kerja jualan ini (kue putu) kerja di pariwisata. Ya memang sih karena kita di Bali sini pariwisata hancur banget ya. Mau enggak mau ya banyak yang beralih fungsi," jelasnya.
Percakapan sang pemilik video dengan Nia semakin menarik. Ternyata wanita Jepang itu menjual kue putu berawal dari utang seseorang kepada dirinya.
" Oh jadi dia enggak bayar?," tanya sang pemilik video.
" Enggak bayar," jawabnya.
" Kamu ambil ini (gerobak)?," tanyanya kembali.
" Iya," jawab Mia sambil tersenyum.
" Maksudnya dia tidak mau bayar," jelas Mia.
" Tidak mau bayar?," tanyanya memastikan.

Lantaran jumlah utang yang tidak sedikit, Nia terpaksa mengambil gerobak kue putu orang yang berutang padanya.
" Iya, jadi saya sita Rp5 juta ini (gerobak motor kue putu) buat modal," jelasn Nia.
" Jadi penjual kue putu ini sebelumnya utang sama kamu Rp5 juta. Dia tidak mau bayar, bukan tidak mau bayar mungkin tidak mampu bayar. Kamu ambil gerobak sama motornya, benar ya?," jelas sang pemilik video.
" Benar," kata cewek asal Jepang.

Kemudian sang pemilik video pun bertanya alasan mengapa Mia memilih berjualan kue putu ketimbang menjualnya atau memperkerjakan orang lain.
" Kenapa kamu milih jual ini (kue putu) kenapa enggak jual ke orang lain atau pekerjakan orang lain?," tanya pria berkaus hitam tersebut.
Ternyata Mie berjualan kue putu karena profesi yang dilakoninya terdampak pandemi. Alih-alih menyerah, ia memilih berjualan kue putu.
" Karena tidak punya pekerjaan," jelasnya.
Saat ditanya mengapa dirinya tidak ingin pulang ke Jepang dan berjualan kue putu di negara asalnya, Mia pun mengaku bahwa dirinya lebih nyaman saat tinggal di Bali.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya