Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Vaksin AstraZeneca Mulai Didistribusikan. (Foto: Shutterstock)
Dream – PT Bio Farma (Persero) mulai mendistribusikan vaksin AstraZeneca untuk digunakan dalam program vaksinasi nasional. Vaksin hasil kerja sama multilateral antara pemerintah Indonesia dengan COVAX/GAVI itu telah tiba di Tanah Air pada 8 Maret 2021 lalu.
Dikutip dari keterangan tertulis Bio Farma, Selasa 23 Maret 2021, Head of Corporate Communication Bio Farma, Iwan Setiawan mengatakan vaksin AstraZeneca dari COVAX akan didistribusikan ini dalam kemasan multidose.
Target dan rencana pendistribusiannya vaksin tersebut akan mengikuti ketentuan yang menjadi wewenang dari Kementerian Kesehatan. Pengaturan meliputi provinsi tujuan, jumlah vial, dan waktu pengiriman.
“ Bio Farma mengikuti instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk pengiriman vaksin AstraZeneca ini,” kata Iwan di Bandung, Jawa Barat.
Distribusi pertama vaksin AstraZeneca sudah dimuli sejak Sabtu, 20 Maret 2021 untuk kawasan Jawa Timur dengan volume sebanyak 45 ribu vial. Disusul 5 ribu vial untuk Bali dan 5 ribu untuk Nusa Tenggara Timur.
Dua hari berselang atau pada 22 Maret 2021, vaksin AstraZeneca mulai disalurkan untuk DKI Jakarta, Riau dan Sulawesi Utara dengan masing-masing 5 ribu vial.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan vaksin Covid-19 AstraZeneca akan digunakan untuk vaksinasi di pesantren-pesantren Jawa Timur. Jokowi pun memerintahkan agar vaksin AstraZeneca segera didistribusikan.
" Segera akan digunakan di pondok pesantren-pondok pesantren yang ada di Jawa Timur," ujar Jokowi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Sidoarjo, disiarkan Channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin 22 Maret 2021.
![]()
Jokowi menyatakan sudah bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ulama Jatim untuk membicarakan penggunaan vaksin AstraZeneca. Menurut Jokowi, para ulama menyatakan Jatim siap diberi vaksin AstraZeneca.
" Saya kira ini juga patut kita apresiasi," kata Jokowi.
Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera mendistribusikan vaksin AstraZeneca. Tidak hanya untuk Jatim namun juga provinsi lain.
Jokowi hadir di Sidoarjo untuk meninjau proses vaksinasi Covid-19. Dia ingin memastikan masyarakat antusias dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 nasional.
" Saya juga ingin memastikan kesiapan baik dari kabupaten, rumah sakit, maupun puskesmas yang ada sehingga kita harapkan ke depan vaksinasi nasional ini, semuanya berjalan baik dan lancar," ucap Jokowi.
Vaksinasi di Sidoarjo berlangsung di Pendopo Delta Wibawa. Hadir mendampingi Jokowi yaitu Menkes Budi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua MUI Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, serta Plh Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur menetapkan vaksin Covid-19 AstraZeneca halal. Fatwanya akan diterbitkan hari ini.
" Vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan toyyiban," ujar Ketua MUI Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin 22 Maret 2021.
Kiai Hasan mengatakan, para kiai sepuh dan pengasuh pondok pesantren di Jatim juga menyatakan vaksin AstraZeneca adalah halal dan toyyib dan sudah disampaikan kepada pemerintah. Sudah seharusnya vaksin tersebut dimanfaatkan dalam program pemerintah.
" Karena tujuannya tidak lain untuk menjaga keselamatan jiwa dan rakyatnya. Tidak ada pemerintah yang akan mencelakakan rakyatnya sendiri," kata Kiai Hasan.
Sehingga, MUI Jatim akan menerbitkan fatwa kehalalan vaksin AstraZeneca. Fatwa itu juga mempertimbangkan hasil audit dari LPPOM MUI.
" Insya Allah MUI sesuai hasil audit LPPOM dan juga hasil musyawarah Komisi Fatwa hari ini akan memberikan fatwa kehalalan penggunaan AstraZeneca dan keamanan penggunaannya," ucap Kiai Hasan.
Vaksin AstraZeneca akan digunakan Pemerintah untuk vaksinasi kepada para santri, ustaz, ustazah, hafiz, serta hafizah. Kiai Hasan juga menyampaikan terima kasih atas rencana tersebut.
" Mudah-mudahan ini nanti dapat ditiru oleh komponen masyarakat yang lain," ucap Kiai Hasan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
