7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
BNI Syariah Bekerja Sama Dengan Deltacendana Citapersada Untuk Penyediaan Fasilitas Pembiayaan Properti Syariah. (Foto: BNI Syariah)
Dream – PT BNI Syariah mendorong bisnis properti. Bank syariah ini bekerja sama dengan developer properti Tangerang, PT Deltacendana Citapersada terkait dengan penyediaan fasilitas BNI Griya iB Hasanah.
Dikutip dari keterabngan tertulis yang diterima Dream, Jumat 24 Mei 2019, penandatanganan ini dihadiri oleh Senior Executive Vice President Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi, dan Pemimpin Divisi Pembiayaan Konsumer BNI Syariah, Moh. Samson.
Perwakilan pengembang yang hadir di antaranya Direktur PT Deltacendana Citapersada, Subianto Setjawardaja, Manajer Unit Perumahan Puri Jaya Pasarkemis dan Cikupa, M. Novel Fauzi, dan Manajer Unit Perumahan Grand Tigaraksa Residence, Edi Santoso.
Iwan mengatakan BNI Syariah ingin menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah (BNI Griya iB Hasanah) bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian berupa rumah, rukan, ruko dan apartemen yang dibangun PT Deltacendana Citapersada.
“ Ada dua perumahan yang dibangun oleh PT Deltacendana Citapersada, yaitu Perumahan Puri Jaya terletak di Pasar Kemis dan Cikupa, Tangerang selain itu Perumahan Grand Tigaraksa Residence yang terletak di Tangerang,” kata dia.
Iwan mengatakan potensi bisnis dari kerja sama ini terutama berasal dari dua perumahan, yaitu Puri Jaya 500 unit rumah dan Grand Tigaraksa 50 unit rumah.
Sebagai gambaran untuk total pembangunan rumah di Puri Jaya sebanyak 13 cluster sebanyak 2 ribu rumah unit dan untuk Grand Tigaraksa sebanyak 250 unit rumah.
“ Untuk rata-rata harga rumah dari developer ini berkisar Rp300 juta sampai Rp600 juta. Sehingga potensi bisnis dari kerjasama ini diperkirakan mencapai Rp165 miliar sampai Rp330 miliar,” kata dia.
Perumahan Puri Jaya yang terletak di Pasar Kemis, Tangerang dibangun sejak 2017 dan mempunyai beberapa cluster diantaranya distrik Grand Batavia, cluster Puri Merak, cluster Puri Kasuari,cluster Puri Cendrawasih serta cluster-cluster lain dibawah Perumahan Puri Jaya.
Penandatanganan PKS dengan PT Deltacendana Citapersada ini dalam rangka meningkatkan penyaluran pembiayaan konsumer BNI Syariah. Sampai kuartal 1 2019, realisasi pembiayaan konsumer BNI Syariah sebesar Rp14,2 triliun naik 12,37 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pembiayaan perumahan BNI Griya iB Hasanah ini tercatat menyumbang 40 persen dari total pembiayaan BNI Syariah.
Berdasarkan rencana bisnis tahun ini, target pembiayaan perumahan BNI Griya iB Hasanah atau naik sekitar 10 persen yoy dibandingkan periode sama 2018.
BNI Syariah menyediakan fasilitas pembiayaan BNI Griya iB Hasanah untuk nasabah dengan maksimum pembiayaan Rp25 miliar, angsuran yang tetap, bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi, bebas biaya appraisal serta bebas denda.
Jangka waktu pembiayaan yang fleksibel sampai dengan 20 tahun untuk nasabah fix-income dan 15 tahun untuk nasabah non fix-income.
Didirikan pada 1 November 1993, PT Deltacendana Citapersada merupakan salah satu anak perusahaan dari Jaya Gardenpolis yang merupakan salah satu anak usaha dari Jaya Real Property Tbk.
Mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1993 dan kini berkantor pusat di CBD Emerald Blok CE/A No.1, Boulevard Bintaro Jaya Tangerang. Hingga kini, PT Deltacendana Citapersada telah konsisten melaksanakan kegiatan usahanya selama hampir 26 Tahun.
Ruang lingkup kegiatan PT Deltacendana Citapersada adalah pengembangan kota (urban development) yang meliputi pengembangan kawasan perumahan dan industri, pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, penyediaan jasa-jasa pendukung, serta melakukan investasi, baik langsung dan tidak langsung melalui perusahaan anak .
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?