Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Foto: Johari Zein/YouTube Cerita Untungs
Dream - Johari Zein, pendiri perusahaan ekspedisi JNE, resmi menjadi seorang mualaf. Dia masuk Islam saat hendak menikah dengan sang pujaan hati.
Pria yang akrab disapa Jo ini sekarang menjadi seorang Muslim yang taat dan berkeinginan membangun 99 masjid. Keinginannya membangun 99 masjid ini sudah muncul sejak masuk Islam.
Jo berniat menunjukkan persembahan kepada Sang Pencipta, sebagai bentuk cintanya terhadap Islam.
" Apa yang bisa kita lakukan ya untuk Allah dan kita juga tahu tidak pernah cukup ya. Rezeki yang kita terima itu luar biasa banyak, tapi alangkah baiknya kalau kita bisa mempunyai program persembahan untuk Yang Maha Kuasa, yang menciptakan kita," kata Jo, dikutip dari kanal YouTube Cerita Untungs.
Keinginan itu muncul saat umroh. Di Tanah Suci Mekah, dia berdoa kepada Allah memohon agar diizinkan membangun sebuah masjid. Namun, Allah malah mengabulkannya untuk membangun 99 masjid.
“ Suatu kali saya ke sana (umroh), saya minta kalau boleh izinkan saya satu saja (bangun) masjid, di situ pula saya dapat jawaban, Allah SWT bilang, jangankan 1, 99 pun juga bisa. Lalu saya berasa wah ini tugas. Saya minta bangun 1 masjid tapi Allah sarankan 99 pun bisa. Makanya saya berani bangun 99 masjid di umur 68,” jelas Jo.
Mendapat jawaban langsung, Jo merasa bahwa hal tersebut adalah amanah dari Allah SWT. Dia pun akhirnya berani membangun 99 masjid meski usianya sudah 68 tahun.
Setelah kembali dari Tanah Suci, Jo masih sibuk menjadi pengusaha dan belum mengurus pembangunan masjid tersebut.

Pada 2016, ia menjadi komisaris JNE dan memiliki waktu luang untuk melakukan berbagai hal.
Tentunya hal ini ia manfaatkan untuk mendirikan beberapa perusahaan startup sebagai bisnis barunya dan membuat yayasan serta masjid yang sudah lama diniatkan.

" Kembali lagi, itu semua komersial. Saya ingat harus ada sosialnya. Fisiknya apa, ya sudah bikin yayasan dan bangun masjid. Alhamdulillah sudah dua masjid yang sudah kita bangun, masih rencana bangun yang ketiga," ujar Jo.
Setelah menjadi komisaris, Jo kembali fokus mendidik sang anak agar bisa menjadi penerus perjuangannya kelak. Ia berharap kelima anaknya bisa lebih sukses darinya.
Kini, anak-anaknya pun sudah ada yang menjadi lulusan Strata 2 dan mulai membuka bisnis sendiri.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
