Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Proyek Infrastruktur Di Tana Air (Antarafoto.com)
Dream - Melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal-II 2015 memaksa pemerintah harus segera menggenjot kinerjanya lebih cepat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljo bahkan menginstruksikan pegawainya bekerja penuh selama sepekan.
Kementerian PUPR memang menjadi salah satu lembaga yang menerima anggaran cukup besar. Sebagai penanggung jawab pembangunan sektor infrastruktur nasional, realisasi penyerapan anggaran Kementerian PUPR hingga 31 Juli 2015 baru mencapai 22,49 persen atau Rp 26,6 triliun dan realisasi fisik sebesar 22,53 persen.
Padahal, sepanjang 2015, Kementerian PUPR memiliki total PAGU sebesar Rp 118,5 triliun.
Basuki menargetkan penyerapan anggaran kementerian mesti mencapai 30,21 persen pada akhir Agustus 2015 dan optimis memenuhi target 93 persen pada akhir Desember 2015.
Untuk mengejar target tersebut, Basuki menegaskan sudah membuat beberapa terobosan. Diantaranya menambah personil serta memberlakukan waktu kerja tujuh hari seinggu dengan dua waktu kerja (shifting) serta menambah alat sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Saya sudah keluarkan Instruksi Menteri agak Kementerian PUPR bekerja selama tujuh hari dengan dua shift,” tegas Basuki di gedung Kemenkeu, Jakarta, seperti dikutip Dream, Kamis, 6 Agustus 2015.
Menurut Basuki, Kementerian PUPR juga sudah mempercepat proses pelelangan dan kontrak. Hingga saat ini sudah terdapat 14.713 paket kontrak yang diselesaikan, terdiri dari 803 kontrak paket tahun jamak (MYC) dan 13.910 kontrak paket tahunan.
Selanjutnya, Kementerian PUPR menyediakan dana untuk pengadaan lahan sebesar Rp 9,3 triliun guna mendukung percepatan penyelesaian pembangunan jalan, bendungan dan prasarana lainnya.
Terkait program, kementerian PUPR membuat terobosan penyelesaian regulasi seperti 10 peraturan terkait Program Satu Juta Rumah, pembangunan jalan dan jembaran terkait Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan penyelesaian RPP Pengembanga Sistem Penyediaan Air Minum dan RPP Pengusahaan Sumber Daya Air.
Melalui beberapa terobosan tersebut, Basuki berharap mampu memenuhi harapan masyarakat di sektor infrastruktur. “Harapannya, pembangunan infrastruktur PUPR dapat mendngkrak pergerakan ekonomi nasional, meningkatkan mobilitas barang dan jasa dan memeratakan denyut ekonomi di berbagai pelosok daerah di tanah air,” ucapnya. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari